Versi printer-friendly

Sulawesi adalah satu dari lima pulau besar di Indonesia. Pulau ini merupakan gabungan dari empat jazirah yang memanjang dengan barisan pegunungan berapi aktif pada lengan jazirah, beberapa di antaranya mencapai ketinggian diatas 3.000 meter diatas permukaan laut. Sulawesi didominasi oleh dataran tinggi atau sekitar 75% dari total luas wilayah pulau ini.
Terdapat cukup banyak suku (sub-etnis) di dalam wilayah Sulawesi walaupun sebagian besar masyarakat Sulawesi berada dalam satu wilayah daratan. Suku-suku tersebut di atas memiliki pranata adat, struktur adat dan proses pengambilan kebijakan/keputusan secara adat yang dihormati oleh masing-masing suku.

Secara umum masyarakat Sulawesi adalah masyarakat agraris yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian dan perkebunan. Hasil pertanian utama di Sulawesi adalah padi, jagung dan kacang-kacangan. Sedangkan hasil perkebunannya adalah kopi, cengkeh, coklat, kelapa dan vanili. Masyarakat Sulawesi, khususnya di daerah pesisir, juga terkenal sebagai nelayan-nelayan yang handal. Hasil utama dari sektor kelautan di Sulawesi Selatan adalah beragam jenis ikan, udang, serta rumput laut. Pengembangan usaha pertanian, perkebunan dan kelautan di Sulawesi terbilang cukup maju. Namun terdapat dua kendala besar yang dihadapi di wilayah ini, yakni peningkatan produksi dan pemasaran.
Bahan tambang juga merupakan salah satu sumberdaya alam yang cukup penting dalam menopang perekonomian Sulawesi, selain pertanian, perkebunan dan perikanan. Sumberdaya mineral yang menjadi andalan di Sulawesi adalah nikel, emas, dan gas alam.

Berada dalam kawasan Wallacea, Pulau Sulawesi memiliki banyak fauna endemik, di antaranya adalah Anoa, kera hitam Sulawesi (Macaca nigra), burung maleo sen-kawor (Macrochepalon maleo), dan berbagai jenis kupu-kupu yang menarik. Hutan adalah komunitas vegetasi yang paling kaya di Sulawesi. Hutan dataran rendah dan perbukitan bawah adalah jenis hutan yang mengandung jumlah jenis pohon terbanyak di antara semua tipe hutan di Sulawesi. Famili terbanyak yang dijumpai di hutan-hutan Sulawesi adalah Syzigium, Dysoxylum, Eucalyptus deglupta, berbagai jenis palem dan pandan. Pesisir Sulawesi dikelilingi oleh terumbu karang yang memanjang dan pantai-pantai berbatu atau berpasir. Ada juga hutan-hutan rawa air tawar, mangrove, serta danau namun lokasinya terbatas dan menjadi sasaran pemukiman.

Pembangunan industri di Sulawesi mengalami banyak kemajuan dalam era reformasi. Hal ini terlihat dengan banyaknya investor dibidang jasa telekomunikasi, manufaktur dan perkebunan. Beberapa jenis Industri dengan skala besar dan menengah dibangun untuk menampung hasil sumberdaya alam seperti industri pengo-ahan ikan. Walaupun demikian terdapat penurunan dalam industri pengolahan hasil hutan, seperti industri pengolahan rotan menyusul terjadinya perubahan kebijakan pengelolaan hutan dan kenaikan harga bahan bakar.
Selain potensi sumberdaya alam Sulawesi yang terbilang cukup relevan dalam mendukung pembangunan di wilayah ini, letak dan karakteristik geografisnya juga menunjang dalam pengembangan prasarana pendukung pembangunan. Oleh karena tidak kurang dari 80% wilayah Sulawesi adalah daratan, maka hampir seluruh daerah dalam wilayah ini dapat dihubungkan dengan jalan darat. Tentu saja hal tersebut berdampak pada lancarnya arus perekonomian antar provinsi di dalam wilayah Sulawesi. Selain itu terdapat dua bandar udara internasional yaitu Bandara Hasanuddin di Sulawesi Selatan dan Sam Ratulangi di Sulawesi Utara.
Walaupun demikian, pembangunan infrastruktur relatif belum merata di seluruh wilayah Sulawesi. Masih terdapat beberapa daerah yang belum dijangkau fasilitas umum yang layak, seperti sarana dan pra-sarana transportasi dan komunikasi, sehingga masih ada daerah yang mengalami kesulitan mengakses informasi.
Dalam hal administratif pemerintahan, dua provinsi termuda di Sulawesi, yakni Sulawesi Barat dan Gorontalo, menghadapi persoalan kompleks dalam hal pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, penataan birokrasi, dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia untuk mengoptimalkan pelayanan publik.
Tantangan lain dalam pembangunan di Sulawesi adalah cukup tingginya laju pertambahan penduduk di wilayah ini yang tidak seiring dengan peningkatan lapangan kerja yang memadai. Hal ini berdampak pada semakin tingginya angka pengangguran dan meningkatnya angka kemiskinan di wilayah ini setiap tahunnya.