SDA Sulawesi Barat

Versi printer-friendly

Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan

Sulawesi Barat merupakan daerah penghasil tanaman pangan yang cukup besar di Kawasan Timur Indonesia Selain padi sebagai komoditas tanaman pangan andalan, tanaman pangan lainnya yang dihasilkan Sulawesi Barat adalah jagung, ubi kayu, ubi jalar dan kacang-kacangan. Produksi padi di Sulawesi Barat tahun 2005 sebesar 253.886 ton yang di panen dari areal seluas 59.766 ha atau rata-rata 4,25 ton per hektar.

Sebagian besar padi di Sulawesi Barat dihasilkan adalah jenis padi sawah. Jenis padi ini meyumbang 96,28 persen dari seluruh produksi padi atau sebesar 244.422 ton, sedangkan sisanya dihasilkan olah padi ladang. Produksi jagung Sulawesi Barat  pada tahun 2005 sebesar 17.343 ton dengan luas panen 5.219 ha dengan rata-rata penghasilan 3.32 ton per hektar. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Luas Panen dan Produksi Padi menurut Kabupaten dan jenisnya di Sulawesi Barat Tahun 2005

Kode Wilayah

Kabupaten

Padi Sawah

Padi Ladang

Jumlah - Total

Luas Panen (ha)

Produksi (ton)

Luas Panen (ha)

Produksi (ton)

Luas Panen (ha)

Produksi

(ton)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

01

Majene

665

2.773

1.055

2.792

1.710

5.565

02

Polewali Mandar

28.194

131.365

3.013

4.801

31.270

136.166

03

Mamasa

8.470

34.989

63

143

8.533

35.132

04

Mamuju

16.380

70.254

677

1.518

17.057

71.772

05

Mamuju Utara

1.160

5.061

99

190

1.259

5.251

Jumlah - Total

54.859

244.442

4.907

9.444

59.766

253.886

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Barat tahun 2005

Hasil tanaman perkebunan yang cukup dominan di Sulawesi Barat pada tahun 2005 adalah tanaman kelapa sawit, kakao dan kelapa dalam. Yang masing-masing berproduksi sebesar 261.004 ton, 102.976 ton dan 52.289 ton. Sebagian besar hasil perkebunan tersebut dihasilkan oleh perkebunan besar swasta dan dapa dikatakan peran perkebunan rakyat relatif lebih kecil.

Pertambangan

Pertambangan di provinsi Sulawesi Barat cukup menjanjikan, dimana hampir semua kabupaten yang tersebar di provinsi ini memiliki potensi tambang yang sangat banyak. Seperti, Batubara, emas, perak besi, tembaga dan masih banyak lagi lainnya. Berikut tabel persebarannya menurut kabupaten.

Kehutanan

Hutan di kawasan Sulawesi Barat seluas kurang lebih 1.131.908 Ha yang terdiri atas kawasan hutan lindung seluas 669.358 Ha, hutan produksi terbatas (HPT) 321.607 Ha, hutan produksi 61.600 Ha, hutan suaka margasatwa (HSAW) 900 Ha dan hutan produksi yang dapat dikonversi 78.443 Ha dengan potensi hasil hutan umumnya meliputi : Kayu eboni, Meranti, Getah Pinus, Jati, Palapi, Durian, Damar, Rotan, Kemiri dan Kayu campuran lainnya. Selama ini telah memberikan kontribusi pendapatan asli daerah setiap tahunnya.

Luas Areal Hutan  menurut Kabupaten dan jenisnya di  Sulawesi Barat Tahun 2005.

No

Kabupaten Kota

Hutan Lindung (Ha)

Hutan Produksi Terbatas (Ha)

Hutan Produksi Biasa (Ha)

HPK

HSAW

Jumlah (Ha)

1

Mamuju

333.200

254.679

76.843

36.831

 

700.553

2

Majene

51.117

7.772

-

-

 

58.889

3

Polewali Mandar

77.550

43.040

-

-

900

121.490

4

Mamasa

104.090

12.225

-

-

 

116.315

5

Mamuju Utara

134.063

24.118

2.816

45.169

 

206.236

Sumber : BPS, Sulawesi Barat dalam Angka 2005/2006

Pariwisata

Bidang pariwisata di provinsi Sulawesi Barat cukup besar namun belum dikembangkan secara optimal sehingga belum dapat dikenal dengan luas dan memberikan hasil yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi provinsi muda ini. Obyek yang terdapat di Sulawesi Barat adalah antara lain : Pasir Putih ada di dua tempat yakni kabupaten polewali mandar dan di kabupaten mamuju. Air Terjun terdapat di kabupaen mamasa dan mamuju, Permandian air panas di kabupaten mamuju.

Selain itu daerah ini juga memiliki obyek agrowisata seperti aneka ragam kayu-kayuan, kebun dan wisata budaya, misalnya kompleks rumah adat dan tenun ikat yang berada di kabupaten mamasa serta kuburan tedong-tedong yang juga berada di kabupaten mamasa. Disamping itu, jenis wisata minat khusus seperti : Jalur treckling mamasa kalumpang, dan mamasa - toraja, Arum jeram di Sampaga.

Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa provinsi Sulawesi Barat adalah provinsi yang kaya akan potensi pariwisata namun belum dikembangkan secara optimal.

Perikanan dan Kelautan

Provinsi Sulawesi Barat terletak di jazirah barat pulau Sulawesi yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar, dengan panjang garis pantai kurang lebih 752 Km. Kondisi tersebut sangat menguntungkan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan tagkap. Selain itu, sangat potensial untuk budidaya perikanan pantai  seperti udang, bandeng, taripang, berbagai jenis ikan karal.

Potensi perikanan air payau cukup besar, ketersediaan lahan seluas 13.584,6 Ha tersebar di kabupaten PolewaliMandar, Majene, dan Mamuju yang belum sepenuhnya tergarap. Sementara ini, luas areal yang sementara berproduksi adalah 10.043,2 Ha dengan produksi untuk tahun 2004 adalah bandeng dan udang sebesar 842 ton.

Kabupaten yang signifikan memiliki potensi perikanan/kelautan adalah Mamuju, Majene, Polewali-Mandar dan Mamuju utara. Garis pantai terpanjang Mamuju dengan panjang 275 km, dan garis pantai yang terpendek di Mamuju utara dengan panjang 79,63 km sementara kabupaten Mamasa sama sekali tidak memiliki garis pantai karena berada di daerah pegunungan. Hasil penagkapan ikan di Mamuju adalah 9.292 ton, sedangkan melalui budidaya sekitar 1.205,41 ton.

Potensi Sumber Daya Hayati Hasil Perikanan di Sulawesi Barat Tahun 2005/ 2006.

No

Kabupaten

Luas Wilayah (Km2)

Panjang Pantai (Km)

Penangkapan Ikan (ton)

Budidaya (Ton)

1

Mamuju

801.406

275

7.712

1.205.41

2

Majene

94.784

125

8.524

-

3

Polewali Mandar

202.230

89,07

21.295,4

3.158,75

4

Mamasa

275.923

-

-

-

5

Mamuju Utara

304.375

79.63

189

17,00

Jumlah - Total

1.693.718

568.70

37.720,40

4.381,16

Sumber : BPS Sulawesi Barat dalam angka 2005/2006

Adapun produksi sektor perikanan di provinsi Sulawesi Barat dapat dilihat pada tabel berikut:

Produksi sektor  Perikanan di Sulawesi Barat Tahun 2005/ 2006

No

Kabupaten

Produksi

Perikanan Laut

Perikanan Darat

Tambak air payau

Kolam

Sawah

Danau

Sungai

Rawa

1

Mamuju

7.712,00

1.204,1

0,5

-

-

-

-

2

Majene

8.524,00

X

X

X

X

X

X

3

Polewali Mandar

21.295,40

2.980,30

8,65

4,20

-

12,3

153,3

4

Mamasa

*

*

*

*

*

*

*

5

Mamuju Utara

189,00

X

X

X

X

X

X

Sulawesi Barat

37.720,40

4.184,71

9,15

4,7

-

12,3

153,3

Ket :        * = Tidak ada data

X= Data tidak di rinci

Sumber : BPS Sulawesi Barat dalam Angka 2005/2006