SDA Papua Barat

Versi printer-friendly

Pertanian

Perkembangan sektor pertanian menjadi lebih penting, disebabkan oleh jumlah penduduk di Papua Barat sebagian besar berusaha di bidang pertanian. Untuk Provinsi Papua barat potensi pertanian didominasi oleh komoditi padi termasuk padi sawah, palawija meliputi jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang panjang. Disusul kemudian dengan komoditi sayur-sayuran yang dapat di kelompokkan dalam 18 jenis yaitu, bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, kembang kol, kacang-kacangan, cabe, petsai, wortel, tomat, terung, buncis, ketimun, labu siam, kangkung dan bayam. Sedangkan komoditi buah-buahan terdiri dari alpokat, belimbing, duku, langsat, durian, jambu biji, jambu air, jeruk siam, jeruk besar, mangga, manggis, nangka, nenas, pepaya, pisang, rambutan, salak, sawo, sirsak, markisa, sukun, melinjo dan petai. Gambaran mengenai kondisi pertanian di Provinsi Papua Barat antara lain menyangkut luas lahan yang digunakan, produksi dan  jenis tanaman yang meliputi tanaman padi, dan palawija, sayur-sayuran serta buah-buahan.

Tanaman padi merupakan tanaman dengan areal cukup luas dibandingkan dengan komoditi lainnya. Sejak tahun 2003 produksi padi sawah dan padi ladang terus mengalami peningkatan.  Luas lahan padi sawah dan padi ladang pada tahun 2003 6,955 Ha menjadi 6,976 Ha pada tahun 2004 atau meningkat sebesar 0,30 persen, produksi gabah dari tahun 20.545 ton tahun 2003 menjadi 21.598 ton tahun 2004 atau mengalami peningkatan 5.12 persen. Sedangkan pada tahun 2005 luas panen meningkat menjadi 7.823 Ha atau sebesar 12,14 persen, untuk produksi gabahnya juga meningkat menjadi 24.702 ha atau sebesar 14,37 persen.

Untuk tanaman palawija di Provinsi Papua Barat berdasarkan hasil survei Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat terdiri atas jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau.  Luas lahan jagung pada tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 51.27 persen, yaitu dari 1.375 Ha pada tahun 2004 menjadi 2.080 Ha pada tahun 2005.  Produksi jagung turut meningkat sebesar 63,88 persen dari produksi 2.024 ton pada tahun 2005 menjadi 3.317 ton pada tahun 2005.  Untuk tanaman ubi kayu juga mengalami peningkatan produksi.

Dari berbagai jenis komoditi tanaman sayur-sayuran, komoditi kacang panjang merupakan komoditi dengan luas panen terluas yaitu 722 ha atau 18,72 persen dari total luas panen komoditi sayur-sayuran, sedangkan komoditi kembang kol merupakan komoditi dengan luas panen terkecil yaitu 12 ha atau 0,30 persen.

Komoditi kangkung merupakan komoditi dengan produksi terbanyak yaitu 1.888 ton atau 15,15 persen sedangkan kembang kol merupakan komoditi dengan produksi terkecil yaitu 58 ton atau 0,46 persen dari total produksi komoditi sayuran.

Di Provinsi Papua Barat, pisang merupakan jumlah tanaman terbanyak baik itu berdasarkan jumlah pohon maupun total produksi yaitu sebanyak 58.028 pohon atau 22,20 persen dan 9.947 ton atau 34,03 persen dari total tanaman buah-buahan se- Provinsi Papua Barat.

Jenis Tanaman Menghasilkan, Hasil per Hektar dan Produksi Buah-buahan Menurut Jenis Tanaman di Provinsi Irian Jaya Barat Tahun 2005

Jenis Tanaman

2005

Jumlah Tanaman (pohon)

Produksi (ton)

Hasil per hektar  (kg/ha)

Alpokat

10.476

1.403

99,56

Belimbing

3.966

110

27,74

Langsat

9.901

1.068

107,87

Durian

10.809

2.644

244,61

Jambu Biji

6.606

2.393

362,25

Jambu Air

4.206

184

43,75

Jeruk Siam

9.636

311

32,27

Mangga

7.651

877

114,63

Nangka

11.091

3.312

298,62

Nenas

37.377

148

3,96

Pepaya

19.159

1.886

98,44

Pisang

58.028

9.497

163,66

Rambutan

22.754

1.846

81,13

Salak

43.930

1.890

43,02

Sirsak

3.086

93

30,14

Sukun

2.692

605

224,74

Sumber :  BPS Provinsi Irian Jaya Barat, dalam Irian Jaya Barat Dalam Angka 2006

Perkebunan

Berdasarkan ruang lingkup usahanya tanaman perkebunan dibagi dalam dua golongan yaitu perkebunan besar dan perkebunan rakyat.  Untuk Provinsi Papua Barat untuk perkebunan besar jenis tanaman yang diusahakan hanya satu komoditi yaitu coklat dengan luas areal 1.668 ha namun hingga tahun 2005 belum menghasilkan produksi. Sedangkan jenis tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan meliputi kelapa, kelapa sawit, kopi, cengkeh, coklat dan jambu mete.

Perkebunan rakyat tanaman kelapa sawit hanya terdapat di dua kabupaten yaitu Kabupaten Manokwari dan kabupaten Teluk Bintuni dengan total luas areal mencapai 16.540 ha.

 

Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat di Provinsi Irian Jaya Barat Tahun 2003 - 2005

Komoditi

2003

2004

2005

Luas Areal (ha)

Produksi (ton)

Luas Areal (ha)

Produksi (ton)

Luas Areal (ha)

Produksi (ton)

Kelapa

9.691

5.030

10.594

5.897

10.942

5.965

Kelapa Sawit

11.340

15.156

16.540

20.811

16.540

17.326

Kopi

391

197

708

214

708

218

Cengkeh

891

48

751

55

750

60

Coklat

7.970

2.749

8.296

2.899

8.463

8.962

Pala

5.911

1.436

5.911

1.749

5.911

1.749

Jambu Mete

305

1

305

1

305

2

Sumber :  BPS Provinsi Irian Jaya Barat, dalam Irian Jaya Barat Dalam Angka 2006

Kehutanan

Luas kawasan hutan di Provinsi Papua Barat pada tahun 2005 tercatat seluas 9.769.686,81 ha dimana wilayah hutan produksi yang dikonversi merupakan luasan yang terbesar yaitu 2.314.144,79 ha (23,69 persen) dan areal hutan untuk penggunaan lainnya sebagai luasan terkecil yaitu seluas 342.087,75 (3,50 persen).  Jenis hasil hutan yang dihasilkan dari Provinsi Papua Barat hanya berupa kayu bulat dengan produksi sebesar 249.263,18 m3 pada tahun 2003 dan 207.040,65 m3 pada tahun 2004 dan 2005.

Kawasan konservasi di Provinsi Papua Barat dibagi dalam 4 (empat) kawasan yaitu cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata dan taman nasional.  Hingga saat ini di Provinsi Papua Barat terdapat 16 cagar alam dengan luas mencapai 1.808.482,93 ha, 3 kawasan margasatwa dengan luasan 65.170,53 ha, 6 kawasan taman wisata seluas 22.848,27 ha dan 1 kawasan taman nasional seluas 1.453.500 ha.

Perikanan dan Kelautan

Data statistik perikanan yang disajikan diharapkan dapat berguna dalam penilaian serta perkembangannya sehingga memudahkan rencana pembangunan secara lebih meluas.  Potensi perikanan di Provinsi Papua Barat sangatlah besar dikarenakan, sektor perikanan masih menjadi mata pencaharian kedua penduduk di Papua Barat setelah sektor pertanian.  Ini dapat dilihat dari banyaknya potensi laut yang terdapat di Provinsi Papua Barat yang dimanfaat oleh masyarakat ini baik tradisional maupun modern.   Secara keseluruhan Kota Sorong merupakan kota dengan jumlah produksi hasil ikan tersbesar yaitu 32.135,7 ton per tahun atau 36,65 persen dari total produksi jenis ikan di Provinsi Papua Barat.  Sedangkan Kabupaten Teluk Wondama merupakan kabupaten dengan jumlah produksi terendah yaitu sebesar 1.448,0 ton per tahun atau 1,65 persen dari total produksi jenis ikan di Provinsi Papua Barat.   Sedangkan berdasarkan jumlah hasil penangkapan jenis ikan cakalang merupakan jenis ikan yang paling banyak ditangkap yaitu sebesar 19.471,7 ton  atau 22,21 persen dari total produksi hasil laut Provinsi Papua Barat.  Sedangkan ikan Lidan dan ikan lomei adalah jenis ikan dengan jumlah tangkapan terkecil yaitu sebesar 54,1 ton pada tahun 2005 atau 0,06 persen dari total jumlah produksi ikan di Provinsi Papua Barat.