Versi printer-friendly

Pertanian

Komoditi pertanian provinsi Papua adalah Padi, Jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan dan sayur mayur. Rata-rata produksi padi pada tahun 2005 sebesar 32,66 Kw/Ha. Kabupaten Merauke adalah produsen terbesar komoditi padi di Papua dengan luas lahan 15.003 Ha dan produksi sebesar 49.780 ton.. Rata-rata produksi jagung sebesar 20,47 Kw/Ha. Produksi ubi kayu sebesar 20.711 ton dengan luas panen 1.835 ha. Produksi ubi jalar sebesar 318.401 ton dengan luas panen 32.154 ha. Rata-rata produksi kacang tanah  sebesar 8,98 Kw/Ha dengan jumlah 1.630 ton dan luas lahan 1.816 Ha. Sedangkan kacang kedele produksinya mencapai 2.774 ton dengan luas panen 2.551 Ha. Produksi sayur mayur mencapai 434.938 ton dengan luas tanam 9.737 ha dan luas panen 8.474 ha. Tingkat produktifitas produksi sayur mayur mencapai 41,23 Kw/Ha dengan luas panen sebesar 8.474 ha

Jumlah petani di provinsi Papua mencapai 141.769 KK yang meliputi luas areal sebesar 97.934 ha dengan produksi 62.153 ton. Dari jumlah petani tersebut, 45.832 KK merupakan petani Kelapa.

Pertambangan

Konsesi tambang dan mineral dan Batu Bara di Provinsi Papua dimiliki oleh beberapa perusahaan antara lain  PT. Nabire Bakti Mining, PT. Irja Eastern Mineral, PT. Gag Nickel, PT. Freeport Indonesia dan LNG Tangguh (BP). Beberapa lokasi di provinsi Papua, termasuk Papua Barat, terutama di wilayah kepala burung dan teluk cenderawasih memiliki cadangan minyak dan gas bumi yang sangat tinggi dan menjadi lahan eksplorasi beberapa perusahaan Internasional. Salah satunya adalah LNG Tangguh yang telah mulai beroperasi. Selain itu, terdapat pula cadangan minyak dan gas bumi di Kabupaten Jayawijaya hingga Mamberamo.

Perusahaan besar lainnya yang telah lama beroperasi disektor pertambangan di Papua adalah PT. Freeport Indonesia yang mengeksplorasi emas dan tembaga di Kabupaten Mimika, Puncak Jaya hingga Paniai. Produksi Konsentrat PT. Freeport Indonesia pada tahun 2005 mencapai 306.990 (DMT). Dengan perincian kadar tembaga sebanyak 30,77% dan kadar emas 61,39 (PPM).

Kehutanan

Luas Hutan menurut Peta Paduserasi Provinsi Papua menurut Kabupaten/Kota dengan perincian hutan lindung seluas 8.799.823 Ha, hutan produksi terbatas sebesar 1.007.581 Ha, Hutan produksi tetap sebesar 8.475.846 Ha, hutan produksi yang dikonversikan 6.681.693 Ha dan hutan dengan kategori lainnya sebesar 855.319 Ha. Seluruh luas hutan ini mencapai 25.820.262 Ha.

Produksi hutan Papua sebagian besar adalah kayu. Kayu bulat dan Plywood merupakan komoditi terbesar hasil hutan di Papua.

Perusahaan pemegang HPH di provinsi Papua antara lain Djayanti Group, KLI Group, Barito Pasifik Group, Wapoga Mutiara Timber Group, Hanurata Group, Korindo group dan Ijin Pemanfaatan Kayu (IPK) dengan total jumlah produksi kayu bulat pada tahun 2004 sebesar 323.987.91 m3.

Selain kayu, produksi hutan di Papua antara lain Kulit Masoi, Kulit Lawang, Kayu Gaharu, Rotan, Sagu dan Arang.

Hutan di Provinsi Papua juga memiliki kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam sebesar 7,5 juta Ha. Kawasan-kawasan berupa Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Margasatwa dan Taman Wisata Alam.

Pariwisata

Potensi wisata Provinsi Papua sebagian besar adalah wisata alam dan budaya milik masyaakat setempat. Terdapat juga obyek-obyek wisata yang bernilai sejarah yakni lokasi-lokasi peninggalan PD II seperti Tugu Mc. Arthur, Goa Jepang dan Peralatan Perang lainnya.

Jumlah wisatawan yang datang ke Papua sejak tahun 2000 cenderung mengalami penurunan. Hal ini diakibatkan karena kurang gencarnya promosi yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat dan minimnya sarana penunjang seperti hotel, transportasi dll. Selain itu, opini masyarakat umum tentang Papua yang cenderung bercitra negatif akibat konflik yang sering terjadi membuat para wisatawan menjadi ragu untuk berkunjung ke Papua.

Lokasi Wisata Kabupaten/Kota

No

Lokasi Wisata

Kabupaten/Kota

1

MONUMEN PENDARATAN SEKUTU

Kota Jayapura

2

MONUMEN PEPERA

 

3

MONUMEN YOS SUDARSO

 

4

Pantai Hamadi,

 

5

Pantai Dok II

 

6

Museum

 

7

Pantai Base G,

 

8

Teluk Yoteva

 

9

Teluk Imbi

 

10

TN WASUR

Merauke

11

MUSAMUS (Rumah Semut)

 

12

TUGU LB. MOERDANI

 

13

Jembatan Maro,

 

14

Pantai Lampu Satu

 

15

Upacara Tanam Sasi

 

16

Tugu Pepera

 

17

Tugu 100 Th Katolik

 

18

Tugu Kembaran

 

19

Tugu Perbatasan

 

20

MONUMEN YAMAGATA

Sarmi

21

Pantai Sarmi

 

22

Pantai Holmafen

 

23

SUKU KAMORO

Mimika

24

Kuala Kencana

 

25

Gunung Grasberg

 

26

TUGU SELAMAT DATANG

Nabire

27

TUGU LEPAS LANDAS

 

28

Taman Laut Teluk Cenderawasih,

 

29

Pantai Gedo

 

30

DAM Kali

 

31

Pulau

 

32

Pantai Nusi Serta Pulau Ahe

 

33

Festival Lembah Baliem

Jayawijaya

34

Atraksi Bakar Batu

 

35

Atraksi Panah Babi

 

36

Rumah Adat

 

37

Jembatan Gantung

 

38

Mumy

 

39

MUSEUM KEBUDAYAAN & KEMAJUAN

Asmat

40

Ukiran dan Kerajinan Asmat

 

41

Perahu & Tarian Sambutan

 

42

Rumah Panjang

 

43

TANAH TINGGI

Boven Digoel

44

Sungai Ampera

 

45

Penjara Lama

 

46

PANTAI DEPAPRE

Kabupaten Jayapura

47

PANTAI AMAI

 

48

Danau Sentani

 

49

Tugu Mc Arthur

 

50

Kali Damsari

 

51

TUGU PERJUANGAN

Yapen

52

MONUMEN SAM RATULANGI

 

53

TUGU SALIB

 

54

Kepulauan Kuran

 

55

Pantai Ketuapi

 

56

Pulau Nuboba

 

57

Perkampungan Ansus

 

58

GOA JEPANG

Biak Numfor

59

MONUMEN PERANG DUNIA II

 

60

Pantai Bosnik

 

61

Teluk Urfu

 

62

Taman Anggrek

 

Sumber : Dinas Pariwisata Provinsi Papua

Perikanan

Produksi perikanan laut di Papua pada tahun 2005 mencapai 200.486,1 ton. Kabupaten Merauke merupakan produsen terbesar perikanan laut yang mencapai 136.258,3 ton. Total nilai produksi perikanan laut provinsi Papua pada tahun 2005 adalah sebesar 2,09 miliar. Selain ikan, udang putih menjadi komoditi andalan sektor perikanan Provinsi Papua.

Persebaran SDA Provinsi Papua

NO

KAB/KOTA

LUAS WILAYAH (Km)

POTENSI SDA

POTENSI LAINNYA

1

Kab. MIMIKA

19.592

Tambang emas, tembaga:

 

-Produksi 200-240 batu ton per hari, cadangan 2,5 meter ton batu tambang

Hutan:

- Luas hutan produksi 939.835,43 ha

Hutan:

 

-Luas hutan produksi 1.275.988,83 ha.

 

4

Kab. NABIRE

10.247

Hutan: -Luas hutan produksi 792.630, 63 ha.

Produksi perikanan 4.976 ton

5

Kab. PUNCAK JAYA

14.532

Hutan: -Luas hutan produksi 264.372,97 ha

 

7

Kab. PANIAI

15.563

Tembaga dan Emas: (tahap eksplorasi)

 

Hutan:

-Luas hutan produksi 145.182,58 ha ( Ket, termasuk kab. Nabire dan Puncak Jaya).

Gas:

-Cadangan terbukti 14,3 triliun kaki kubik, cadangan potensial 9,3 triliun kaki kubik

Batu bara: (tahap eksplorasi)

Hutan:

- Luas hutan produksi, 1.695.213,50 ha

9

Kab. YAPEN WAROPEN

18.746

Minyak bumi: (tahap eksplorasi)

-Produksi perikanan, 9.251,8 ton

 

 

 

Emas, Nikel: (tahap eksplorasi)

 

 

 

 

Hutan:

 

 

 

 

-Luas hutan produksi 1.205.191,88 ha

 

10

Kab. BIAK NUMFOR

3.130

Hutan: -Luas hutan produksi, 581.063,14 ha

-Produksi perikanan, 13.575,8 ton

11

Kota  JAYAPURA

940

Hutan: -Luas hutan produksi, 199.662,78 ha

 

12

Kab. MERAUKE

119.749

Minyak bumi (tahap eksplorasi)

Produksi perikanan,  70.729,6 ton

 

 

 

Hutan: -Luas hutan produksi, 3. 518.775,98 ha

 

13

Kab. JAYAWIJAYA

52.916

Minyak bumi: (tahap eksplorasi)

Produksi perikanan 822,6 ton

 

 

 

Hutan: -Luas hutan produksi, 590,618 ha.

 

14

Kab. JAYAPURA

61.493

Minyak bumi (tahap eksplorasi)

Produksi perikanan, 10.660,9 ton

 

 

 

Logam dasar: (tahap eksplorasi)

 

 

 

 

Hutan:                                                                                                                                         -Luas hutan produksi, 2. 093.695,62 ha