Versi printer-friendly

Pertanian

Produksi padi sawah Provinsi Maluku tahun 2005 sebesar 32.836 ton atau naik sebesar 4,89% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yitu 31.304 ton. Sedangkan produksi padi lading tahun 2005 adalah 4.403 ton atau turun sebesar 9,10 % dari tahun sebelumnya yaitu 4.844 ton.

Produksi palawija tahun 2005 dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan. Jagung naik dari 12.477 ton di tahun 2004 menjadi 14.262 ton di tahun 2005 atau naik sebesar 14,31%, diikuti kacang tanah dari 1.876 ton di tahun 2004 menjadi 2.508 ton di tahun 2005 atau sebesar 33,69%, sedangkan hasil ubi kayu sebesar 94.995 ton pada tahun 2005 naik 3,99 dari tahun 2004, ubi jalar naik dari 15.298 ton pada tahun 2004 menjadi 16.701 ton di tahun 2005 atau sebesar 9,17%.

Pertambangan

Potensi sumber daya pertambangan meliputi emas di P. Wetar, P. Ambon, P. Haruku dan P. Romang; merkuri di P. Damar, Merak di P. Romang; Base Metal di P. Nusalaut; logam dasar di P. Haruku; batu Solida di P. Seram; kuarsa di P. Buru; minyak bumi di Bula dan mangan di Laut Banda.

Produksi minyak bumi pada tahun 2005 sebesar 1.192.467 barrel, yang mengalami peningkatan dari 834.180 barrel pada tahun 2004.

Kehutanan

Hasil kehutan Provinsi Maluku yang terbesar adalah kayu bulat, dengan total produksi tahun 2005 adalah 124.213,18 m3 yang mengalami penurunan sebesar 32,91% dari tahun 2004 yaitu 185.147,26 m3.

Pariwisata

Keunggulan bidang pariwisata Maluku adalah Wisata Bahari yang didukung oleh sejarah dan ekosistem. Adapun jenis-jenis objek wisata yang dapat dijumpai di Maluku adalah objek wisata alam, objek wisata sejarah, objek wisata seni dan budaya, objek wisata gaya hidup dan objek wisata buatan. Sebanyak 320 lokasi telah diidentifikasi antara lain wisata alam Namalatu, Natsepa, Honimua, Manuala di Ambon dan Sorbat di Tual; wisata budaya Siwalima di Banda dan Museum Budaya di Banda; wisata sejarah Istana Mini, Rumah Bung Hatta dan Rumah Bung Syahrir di Banda.

Jumlah wisatawan yang mengunjungi Maluku dalam tahun 2005 sebanyak 2.148 orang atau naik sebesar 8,27% dari 1.984 orang pada tahun 2004.

Perikanan dan Kelautan

Potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang terbesar terdapat di Laut Banda dengan sediaan potensi sebesar 208.588 ton dan potens lestari sebanyak 104.299 ton per tahun, serta di Laut Arafura dengan persediaan potensi sebanyak 101.540 ton dan potensi lestari sebanyak 50.770 ton per tahun.

Tahun 2004 produksi perikanan di Maluku sebesar 425.671,4 ton dan meningkat di tahun 2005 menjadi 453.380,6 ton atau sebesar 6,51%.

Adapun potensi perikanan laut daerah Maluku dapat disebutkan sebagai berikut:

  • Ikan pelagis kecil 682.000 ton/tahun
  • Ikan tongkol 27.900 ton/tahun
  • Ikan tuna 50.165 ton/tahun
  • Ikan cakalang 92.700 ton/tahun
  • Ikan dasar 97.200 ton/tahun
  • Ikan karang
  • Udang 18.000 ton/tahun
  • Rumput laut standing coop 720 ton/km2 dengan potensi produksi 25.800 ton
  • Cumi-cumi 100.000-125.000 ton/tahun
  • Lobster 786 ton/tahun
  • Ikan tenggiri 30.348 ton/tahun
  • Jenis setuhuk dan cucut 3.800 ton/tahun

Juga terdapat 969 jenis kerang-kerangan dan mempunyai nilai ekonomis adalah 13 jenis siput dan 21 jenis kerang. Selain itu, perairan Maluku memiliki potensi untuk budidaya laut dengan perkiraan untuk mutiara seluas 924 Ha, Lola seluas 1000 Ha, teripang seluas 3.100 Ha, rumput laut seluas 2.500 Ha dan ikan seluas 2.950 Ha. Potensi tambang yang dimiliki perairan Maluku antara lain minyak bumi, mangan, nikel, cobalt, disamping keindahan taman laut dan pesisir pantai yang membuka peluang bagi pengembangan wisata bahari.