SDA Gorontalo

Versi printer-friendly

Pertanian

Di Provinsi Gorontalo produksi pertanian meliputi padi dan palawija, sayur-sayuran dan buah-buahan tanaman padi dan palawija yang dibudidayakan di Provinsi Gorontalo juga meliputi padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu kacang tanah, kacang hijau, dan kacang kedelai. Diantara tanaman tersebut, luas panen terbesar adalah luas panen jagung dan padi sawah.

Luas panen jagung dp Provinsi Gorontalo meliputi 107,752 ha dengan produksi mencapai 400.045,99 ton atau rata-rata produksinya 37,13 kuintal per hektar.

Luas panen panen padi sawah pada tahun 2005 adalah 37,841 hektar dengan produksi mencapai 164,210 ton. Dengan demikian rata-rata produksinya 43,39 kuintal.

Komoditas tanaman sayur-sayuran yang ada di Privinsi Gorontalo adalah bawang merah, daun bawang-bayam, buncis, kangkung, ketimun, cabe besar, cabe rawit, sawi, terung dan tomat merupakan komoditas utama sayur-sayuran. Luas panen cabe rawit adalah 975 hektar dengan produksi sebanyak 5.086 ton, sedangkan luas panen tomat adalah 334 hektar dengan jumlah produksi mencapai 3.812 ton.

Berikut ini dipaparkan luas panen, produksi dan rata-rata produksi per hektar berbagai hasil produksi pertanian pada tabel di bawah ini:

Luas panen produksi dan rata-rata produksi per hektar padi sawah menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo

No.

Kabupaten/Kota

Luas Panen (ha)

Produksi (ton)

Rata-rata Produksi (ku/ha)

I.

1.

2.

3.

4.

II.

5.

Kabupaten:

Gorontalo

Boalemo

Pohuwato

Bone Bolango

Kotamadya:

Gorontalo

 

23.332,00

4.936,00

2.961,00

4.594,00

 

2.018,00

 

101.248,59

21.419,63

12.849,18

19.935,54

 

8.757,06

 

43,39

43,39

43,39

43,39

 

43,39

 

Jumlah

37.841,00

164.210,00

43,39

 

Tahun 2004

Tahun 2003

36.757,00

33.170,00

160.813,00

151.837,00

43,75

45,78

Sumber: BPS Provinsi Gorontalo, Buku Saku: Gorontalo dalam Angka, 2006, h. 163

Luas panen produksi dan rata-rata produksi per hektar padi Ladang menurut kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo

No.

Kabupaten/Kota

Luas Panen (ha)

Produksi (ton)

Rata Produksi (ku/ha)

I.

1.

2.

3.

4.

II.

5.

Kabupaten:

Gorontalo

Boalemo

Pohuwato

Bone Bolango

Kotamadya:

Gorontalo

 

898,00

359,00

12,00

-

 

-

 

2.082,60

832,57

27,83

-

 

-

 

23,19

23,19

23,19

-

 

-

 

Jumlah

1.269,00

2.943,00

23,19

 

Tahun 2004

Tahun 2003

984,00

1.465,00

2.281,00

4.321,00

23,18

29,49

Sumber: BPS Provinsi Gorontalo, Buku Saku: Gorontalo dalam Angka, 2006, h. 164

Kehutanan

Secara umum, luas areal hutan dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu hutan lindung, hutan PPA, hutan bakau, hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap dan hutan konvensi.

Di Provinsi Gorontalo, ke enam jenis hutan tersebut memiliki luas dan presentase dari keseluruhan jumlah luas hutan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Hutan di Provinsi Gorontalo

No

Jenis Hutan

Luas (ha)

Presentase (%)

1

2

3

4

5

6

hutan lindung

hutan PPA

hutan bakau

hutan produksi terbatas

hutan produksi tetap

hutan konvensi

165.50

197.56

12.84

342.41

100.71

20.14

19,72

23,54

1,53

40,80

12,00

2,40

Jumlah

839.232

100,00

Sumber : BPS Provinsi Gorontalo, Buku Saku: Gorontalo dalam Angka, 2006, h. 151

Pariwisata

Di provinsi Gorontalo terdapat beberapa obyek pariwisata baik alamiah yang telah di modifikasi maupun  yang dibuat oleh pemerintah, antara lain:

1) Pentadio Resort

Obyek wisata ini berada di bagian utara Danau Limboto (Kabupaten Gorontalo) atau 12 km dari pusat Kota Gorontalo. Adapun fasilitas yang terdapat di obyek wisata tersebut adalah restoran, cottage, kolam renang, sauna, dan pemandian air panas.

2) Banthayo Poboide

Obyek wisata ini merupakan rumah tradisional yang berada di Kota Gorontalo.

3) Menara Keagungan

Menara tersebut berada di pusat kota limboto (Kabupaten Gorontalo). Masyarakat dapat melihat sebagian daerah di Provinsi Gorontalo (wilayah sekitar menara).

4) Benteng Otanaha

Adapun benteng tersebut berada di Kelurahan Dembe I Kota Barat Kota Gorontalo atau 8 km dari pusat Kota Gorontalo. Benteng tersebut dibangun pada masa penjajahan kolonial belanda yang dijadikan basis pertahanan rakyat Gorontalo dari serangan penjajah kolonial.

5) Danau Limboto

Danau Limboto ini berada di kabupaten Gorontalo tepatnya berada dikecamatan Limboto. Danau ini sesungguhnya memiliki karakter yang sangat unik. Selain memiliki jenis ikan yang dibudidayakan oleh nelayan seperti payangga dan huluU juga danau ini memiliki historis dan dijadikan simbol bersatunya bersatunya 5 kerajaan di Provinsi Gorontalo yang oleh masyarakat Gorontalo kelima daerah tersebut dikenal U duluwo limo lo PohalaA. Di bagian Timur tepatnya di kelurahan Dembe I Kota Gorontalo dijadikan landasan oleh Soekarno (presiden Pertama) saat berkunjung di daerah Gorontalo dengan menggunakan pesawat "Katelina".

6) Makam Tua

Makam tua merupakan salah satu obyek wisata yang berada di Kota Gorontalo atau 8 km dari pusat Kota Gorontalo. Makam ini merupakan makam seorang pejuang islam dan tokoh yang sangat berperan dalam menyiarkan Islam (agama mayoritas di Provinsi Gorontalo).

7) Masjid Hunto

Masjid ini merupakan masjid tua di Provinsi Gorontalo yang didirikan sekitar + 300 tahun lalu. Masjid ini merupakan pusat kegiatan penyebaran Islam pada masa itu.

8) Tangga 2000 dan tanda telapak kaki Lahilote

Dinamakan tangga 2000 karena obyek wisata ini memiliki banyak tangga dan di bangun pada awal tahun 2000 di masa pemerintahan Medi Botutihe. Sedangkan tanda telapak kaki Lahilote merupakan obyek wisata yang konon kabarnya merupakan salah satu tanda kaki Lahilote (raksasa) dari Gorontalo. Dinamakan tanda telapak kaki lahilote karena pada sebuah batu yang berada di kelurahan pohe kota selatan Kota Gorontalo terdapat tanda kaki seorang manusia raksasa yang bernama Lahilote.

9) Hutan Bakau Olele

Olele merupakan obyek wisata yang berada di tepian pantai. Tepatnya di desa Olele kecamatan Bone pantai kabupaten Bone Bolango. Jaraknya dari pusat kota dapat dijjangkau selama 45 menit dari pusat kota Gorontalo.

10) Pemandian Lombongo

Obyek wisata ini merupakan tempat wisata alami, yang terdapat sumber air panas dan air dingin dan sejuk. Di obyek wisata ini terdapat air terjun yang sangat indah. Lokasinya berada di desa lombongo kecamatan suwawa kabupaten Bone Bolango.

11) Taman Nasional Bogani Naniwartabone

Dinamakan nasional ini di namakan Bogani Nani wartabone sebab berada di hutan dari suwawa (Gorontalo) yang memiliki tokoh seorang pahlawan nasional yakni Nani Wartabone hingga kabupaten Bolaang Mongondow provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan Bogani merupakan seorang tokoh perkasa dalam sejarah Bolaang Mongondow.

12) Pantai BolihutuO

Pantai ini merupakan obyek wisata sebab tepian pantai ini sangat indah dan panjang. Obyek wisata ini berada di kecamatan Tilamuta kabupaten Boalemo

13) Air Terjun Ayuhulalo

Obyek wisata tersebut berada di desa Ayuhulalo kecamatan Tilamuta kabupaten Boalemo. Adapun air yang berada di pagunungan Ayuhulalo ini sangat indah dan airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

14) Kawasan Nantu

Di kawasan hutan Nantu ini memiliki suhu udara  yang dingin dan suasananya sangat alamiah. Adapun hewan yang berada di lokasi ini yakni babi rusa yang telah di putuskan sebagai satwa yang dilindungi.

Perikanan dan Kelautan

Produksi perikanan pada tahun 2005 mengalami peningkatan dibandingkan produksi perikanan pada tahun sebelumnya. Produksi perikanan pada tahun 2005 mencapai 46.026,10 meningkat 6.33 % dibandingkan produksi pada tahun 2004 sebesar 43.286,60 ton.

Menurut jenisnya, perikanan dibedakan menjadi perikanan tangkap dan perikanan budi daya.

Sebagian besar produksi perikanan dihasilkan oleh produksi perikanan tangkap yaitu sekitar 82.34 % atau 37.896 ton.

Berikut ini akan dipaparkan hasil produksi ikan menurut kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo seperti yang tercantum pada tabel di bawah ini:

Hasil Produksi Ikan Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi Gorontalo

No

Kabupaten/Kota

Jumlah Produksi (Ton)

Persentase

(%)

I.

1.

2.

3.

4.

II.

5.

Kabupaten:

Gorontalo

Boalemo

Pohuwato

Bone Bolango

Kotamadya:

Gorontalo

 

9.447

7.427

7.184

2.467

 

11.071

 

25.72

19.60

18.96

6.51

 

29.21

Jumlah

Sumber  : Pemerintah Provinsi Gorontalo; Gorontalo dari Daerah Tertinggal Menuju Daerah Maju, h. 12