Kesehatan Sulawesi Tenggara

Versi printer-friendly

Angka Mortalitas

Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Balita

Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate) di Provinsi Sulawesi Tenggara, menurun dari 39 per 1.000 kelahiran pada tahun 2001 menjadi 36 per 1.000 kelahiran pada tahun 2003 atau mengalami penurunan sebesar 7,6 persen. Angka kematian Bayi tersebut masih diatas rata-rata nasional yaitu sebanyak 31 per 1.000 kelahiran

Secara umum penyebab kematian Balita di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah gangguan perinatal, diare, infeksi parasit,dan tetanus. Berdasarkan angka proyeksi BPS 2001-2005, Angka Kematian Balita (AKABA) di Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami penurunan dari 10,35 persen pada tahun 2001 menjadi 6,69 persen pada tahun 2005.

Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2005

NO

KAB/KOTA

PUSKESMAS

JUMLAH

KELAHIRAN

JUMLAH

LAHIR MATI

JUMLAH

BAYI MATI

JUMLAH

BALITA

JUMLAH

BALITA MATI

 

1

2

3

4

5

6

7

8

 

1

KOLAKA

16

4.932

57

86

26.452

0

 

2

BUTON

23

6.468

45

141

32.152

79

 

3

MUNA

29

7.975

98

81

36.856

0

 

4

KONAWE

24

7.277

50

298

32.725

242

 

5

KENDARI

11

18.723

17

0

29.653

11

 

6

BAU-BAU

12

2.441

22

53

11.201

24

 

7

KONAWE SELATAN

17

6.061

53

35

6.163

2.106

 

8

BOMBANA

8

2.455

10

5

14.525

4

 

9

WAKATOBI

9

2.233

0

22

11.375

0

 

10

KOLAKA UTARA

7

1.764

13

0

14.194

0

 

PROPINSI

ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)

156

60.329

365

721

215.296

2466

 

Sumber: Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2005

 

 

 

Angka Kematian Ibu Bersalin ( Maternal Mortality Rate)

Angka kematian ibu di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 1995 diperkirakan sebesar 390 per 100.000 kelahiran hidup (nasional 343). Menurut hasil estimasi BPS, angka kematian ibu pada tahun 2001 diperkirakan sudah menurun menjadi 312 per 100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2002 menjadi 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, jumlah kematian ibu pada tahun 2003 di Provinsi Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 66 kematian.

Jumlah Kematian Ibu Maternal menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2005

NO.

KAB/KOTA

PUSKESMAS

JUMLAH

IBU HAMIL

 

JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL

KEMATIAN

IBU HAMIL

KEMATIAN

IBU BERSALIN

KEMATIAN

IBU NIFAS

JUMLAH

1

2

3

4

5

6

7

8

1

KOLAKA

16

6.846

0

8

0

8

2

BUTON

23

8.201

3

8

4

15

3

MUNA

 

29

8.690

7

18

2

27

4

KONAWE

24

7.277

0

0

0

0

5

KENDARI

11

6.600

1

0

0

1

6

BAU-BAU

12

3.104

1

2

0

3

7

KONAWE SELATAN

17

6.514

0

9

0

9

8

BOMBANA

8

2.496

0

3

0

3

9

WAKATOBI

9

2.392

0

1

1

2

10

KOLAKA UTARA

7

2.967

1

0

0

1

PROPINSI

156

55.087

13

49

7

69

Sumber: Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2005

 

 

 

Angka Kematian Kasar (AKK)

Angka Kematian Kasar dapat digunakan untuk membanding­kan kondisi kesehatan suatu daerah atau negara dengan daerah atau negara lainnya. Angka ini dipengaruhi oleh karakteristik penduduk, terutama struktur penduduk atau komposisi umur penduduk di Indonesia.

Perkiraan Angka Kematian Kasar menurut BPS, 1998 menunjukkan 4,46 perseribu penduduk, tahun 1999 tercatat 5,64 perseribu penduduk sedangkan pada tahun 2001 menjadi 7,5 perseribu penduduk. Tahun-tahun selanjutnya angka kematian di Sulawesi Tenggara sulit digambarkan karena untuk memeperoleh angka tersebut dubutuhkan survei khusus, namun kalau melihat kecenderungan angka di atas sepertinya angka kematian kasar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini dimungkinkan karena jumlah kasus-kasus penyakit juga semakin beragam dan meningkat termasuk angka kecelakaan.

Gizi dan Pangan

Dari hasil pelacakan/surveillance kasus gizi buruk yang dilakukan oleh Dinas kesehatan Provinsi diketahui bahwa selama tahun 2005 ditemukan 910 kasus gizi buruk. Dari jumlah tersebut diketahui sebanyak 93 kasus balita yang menderita kwashiorkor dan marasmus atau gabungan dari keduanya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Prevalensi Kasus Gizi Buruk  Menurut Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2005

No

Kabupaten/Kota

Jumlah Balita

Jumlah Kasus Gizi Buruk

%

1

Kendari

33.259

265

0,80

2

Konawe

35.889

157

0,44

3

Kolaka

32.956

31

0,09

4

Kolaka Utara

14.244

38

0,27

5

Konawe Selatan

23.010

104

0,45

6

Bombana

14.087

21

0,15

7

Muna

32.280

86

0,27

8

Buton

39.628

98

0,25

9

Bau-Bau

8.489

45

0,53

10

Wakatobi

9.841

65

0,66

Sulawesi Tenggara

243.683

910

0,37

Sumber : Laporan Tahunan Program Gizi Tahun 2005

Persentase Balita Umur 0 - 59 Bulan dan Status Gizi Buruk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2005

NO

KAB/KOTA

GIZI

BURUK

GIZI

KURANG

GIZI

NORMAL

GIZI

LEBIH

TOTAL

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10

BUTON

MUNA

KONAWE

KOLAKA

KONSEL

BOMBANA

WAKATOBI

KOLUT

KOTA KENDARI

KOTA BAU-BAU

10,34

7,43

8,14

10,95

8,14

7,41

11,87

22,80

8,79

9,87

18,29

19,06

19,16

19,90

15,22

22,22

26,03

30,57

16,97

15,90

68,79

70,54

70,34

67,16

70,87

68,52

61,19

46,11

71,82

68,73

2,58

2,97

2,36

1,99

5,77

1,85

0,91

0,52

2,42

5,39

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

 

SULTRA

10,04

19,34

67,69

2,93

100,00

Sumber : Laporan Gizi Subdin Upakes.Tahun 2005

Dari tabel diatas didapat persentase Balita 0 - 59 bulan menurut Kab/Kota yang status gizinya Buruk tertinggi di Kab.Kolaka Utara yaitu 22,80 %, dan yang terendah di Kab.Bombana yaitu 7,41 %. Sedang Gizi Kurang tertinggi juga di Kab.Kolaka Utara yaitu 30,57 %,terendah di Kab.Konsel yaitu 15,22 %. Gizi Baik/Normal tertinggi di Kota Kendari yaitu 71,82 %, terendah di Kab. Kolaka Utara yaitu 46,11 %.Sedangkan gizi lebih tertinggi di Kab.Konsel yaitu 5,77 %, terendah di Kab.Kolaka Utara yaitu 0,52 %.

Permasalahan yang ditemukan berkaitan dengan pencapaian indikator ini adalah disamping kondisi ekonomi orang tua, juga tidak tersedianya biaya perawatan dari Puskesmas atau Rumah Sakit, juga karena kemampuan petugas yang masih kurang.

Upaya yang  sudah dilakukan berkaitan dengan pencapaian indikator ini adalah pelacakan kasus gizi buruk, pengadaan bahan penanggulangan gizi buruk, penyusunan rencana aksi penanggulangan gizi buruk.

Pada Tahun 2005, dari 910 balita yang menderita gizi buruk 100 % mendapat perawatan sesuai standar hal ini mengalami peningkatan dari tahun 2004 dimana  dari 3,3 % anak balita yang menderita gizi buruk baru 77,7 % yang mendapatkan perawatan sesuai standar. Hal ini bila dibandingkan dengan target program tahun 2004 yaitu sebesar 88,0 %  maka pencapaian masih berada dibawah target program.  Adapun gambaran persentase balita gizi buruk dapat perawatan sesuai standar masing-masing kabupaten dapat dilihat pada Tabel  dibawah ini :

Jumlah R.S per Kab-Kota (RS pemerintah, swasta, militer)

Banyaknya Rumah Sakit menurut Kabupaten / Kota

No

Kabupaten / Kota

Rumah Sakit

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe Selatan

Kota Kendari

Kota Bau-Bau

Wakatobi

Bombana

Kolaka Utara

1

1

1

2

1

11

2

1

1

1

 

Provinsi Sulawesi Tenggara

2005

2004

2003

 

22

22

14

Sumber : Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Prov. Sultra

Fasilitas Kesehatan Menurut Kabupaten / Kota, 2005

Kabupaten / Kota

Rumah Sakit

Puskesmas Plus

Puskesmas

Puskesmas Pembantu

1.       Buton

2.       Muna

3.       Konawe

4.       Kolaka

5.       Konawe Selatan

6.       Kota Kendari

7.       Kota Bau-Bau

8.       Wakatobi

9.       Bombana

10.   Kolaka Utara

1

1

1

2

1

11

2

1

1

1

13

7

6

4

4

1

2

4

3

2

8

22

18

12

13

10

10

5

5

5

132

97

72

59

75

16

13

19

36

24

Provinsi Sultra

2005

2004

2003

 

22

22

14

 

46

42

36

 

108

104

140

 

543

445

490

Sumber : Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Prov. Sultra

Banyaknya Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota, 2005

Kabupaten / Kota

Dokter

Apoteker

Sarjana Kesehatan Lain (SKM)

Pembantu Paramedis

Paramedis Perawatan

Paramedis Non Perawatan

Non Medik

Jumlah

Spesialis

Umum

Gigi

1.       Buton

2.       Muna

3.       Konawe

4.       Kolaka

5.       Konawe Selatan

6.       Kota Kendari

7.       Kota Bau-Bau

8.       Wakatobi

9.       Bombana

10.   Kolaka Utara

-

1

4

5

-

4

7

-

-

-

15

17

39

27

10

20

11

5

4

12

2

4

12

8

1

13

5

-

-

-

2

3

1

4

-

5

6

1

-

-

33

23

7

22

3

5

6

5

4

6

14

12

3

15

-

83

12

1

1

2

188

185

352

221

126

112

143

93

75

33

98

79

150

105

36

35

47

25

30

15

24

23

19

14

10

11

16

10

26

20

324

299

524

355

172

241

218

129

132

70

Provinsi Sultra

2005

2004

2003

 

21

32

38

 

160

220

171

 

45

60

58

 

22

74

27

 

114

107

72

 

143

-

-

 

1,528

-

-

 

620

-

-

 

173

-

-

2,464

Sumber : Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Prov. Sultra

Jumlah Sarana Kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2004 - 2005

NO.

SARANA/INDIKATOR

2004

2005

1.

Jumlah Puskesmas ( biasa + Rawat Inap)

146

156

 

2.

Jumlah Puskesmas biasa

110

 

110

 

2.

Jumlah Puskesmas Perawatan /Rawat Inap

36

 

46

 

3.

Jumlah Puskel Roda 4

110

 

88

 

4.

Jumlah Puskel Laut

19

 

9

 

5.

Jumlah Pustu

445

 

543

 

6.

Jumlah POD

1854

 

1854

 

7.

Jumlah Posyandu

2.483

 

2.432

 

8.

Jumlah Polindes

349

 

442

 

9.

Ratio Puskel/Puskesmas

0.88

 

0.62

 

10.

Ratio Pustu /Puskesmas

3.04

 

3.5

 

11.

Ratio Posyandu/Puskesmas

6.17

 

15,5

 

12.

Ratio Posyandu/Desa

1.49

 

1,49

 

13.

Ratio POD/Puskesmas

12.69

 

12,69

 

14.

Ratio Polindes/Puskesmas

2.39

 

2.8

 

Jumlah Desa

1626

1626

Jumlah Penduduk

1.911.103

1.959.414

Sumber

:

Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2005

Air Bersih

Jumlah sarana air bersih yang ada di Propinsi Sulawesi Tenggara sampai akhir tahun 2005 sebanyak 121.842  sarana yang terdiri dari sumur gali (SGL) sebanyak 112.472 (93,52%), Sumur Pompa Tangan Dangkal/Dalam (SPT. DK,DLM) sebanyak 2.840 (2,33%), Perlindungan Mata Air  (PMA) sebanyak 1.888 (1,55%), Penampungan Air Hujan (PAH) sebanyak 3.154 (2,59%), PDAM  sebanyak 11 (0,01%).

Dengan berbagai jenis sarana air bersih yang ada di Propinsi Sulawesi Tenggara, yang paling banyak di gunakan oleh masyarakat sebagai sumber air minum adalah jenis  sarana air bersih  Sumur Gali  (SGL) yaitu  93,52  %  yang jumlah sarana yang ada (121.842), lebih jelasnya dapat dilihat pada berikut :

Jumlah dan Jenis Sarana Air Bersih Per Kabupaten/Kota Tahun 2005

 

 

No

 

Kab./

Kota

Jenis dan Jumlah SAB

 

 

Ket

 

SGL

SPT DKL,DL

 

PMA

 

PAH

 

PDAM

Lain-Lain

 

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

 

 

Konawe

Kolaka

Muna

Buton

Kendari

Bau-Bau

Konsel

Bombana

Kolut

Wakatobi

 

 

16893

17660

13608

35494

10856

328

8252

4180

1604

5074

 

 

137

1251

30

1154

36

170

8

53

0

1

 

5

8

4

291

6

-

30

16

1528

0

 

-

-

985

2162

2

1

1

1

2

0

 

1

1

1

1

2

1

1

1

2

0

 

 

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

Sultra

113949

2840

1888

3154

11

Sumber : Laporan Kab/Kota Th. 2005

Cakupan penggunaan sarana air bersih yang ada di Propinsi Sulawesi Tenggara tahun 2005 mengalami peningkatan baik di Perkotaan maupun di Pedesaan  di bandingkan di tahun 2004  yaitu  untuk daerah perkotaan  meningkat  0,5%  dari  72,27% tahun 2004 menjadi  72,77%  tahun 2005, sedangkan  untuk daerah  pedesaan  meningkat  0,4 %  dari tahun 2004  (62,97 %)  menjadi  63,40%  pada tahun 2005.

Secara keseluruhan cakupan  penggunaan air bersih di Propinsi Sulawesi Tenggara  tahun 2005  baik perkotaan maupun pedesaan mengalami peningkatan  0,47 % dari  67,62 %  tahun 2004 menjadi  68,09  %  pada tahun 2005.

MCK

Sarana pembuangan kotoran (Jaga) adalah merupakan tempat pembuangan kotoran manusia yang terdiri dari berbagai macam bentuk atau model yang digunakan oleh masyarakat  baik di perkotaan maupun di pedesaan. Upaya yang dilakukan agar mencegah terjadinya penyakit yang berbasis lingkungan salah satunya adalah melakukan pengawasan terhadap sarana pembuangan kotoran (Jaga) agar tetap memenuhi syarat kesehatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rumah di Propinsi Sulawesi Tenggara sampai akhir tahun 2005 dari jumlah rumah yang terdaftar  sebanyak 538.194 rumah  yang memiliki jamban keluarga (Jaga) sebanyak 251.226 rumah (39,40 %), dari jumlah  rumah yang diperiksa dan memiliki jamban tersebut yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 134.220 rumah (62,36 %), bila dibandingkan dengan tahun 2004 terjadi peningkatan  2,35 %  (60,01 %  tahun 2004 menjadi  62,36 % untuk tahun 2005).

Persentase rumah dengan jamban keluarga (Jaga) yang memenuhi syarat kesehatan tahun 2005 di Propinsi Sulawesi Tenggara  yang tertinggi Kota Kendari  (77,73 %) sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Wakatobi  (34,79 %), lebih jelasnya  dapat dilihat pada tabel di bawah ini.