Kesehatan Papua

Versi printer-friendly

Angka Mortalitas

Hasil survei kematian ibu tahun 2001 mencatat sebanyak 64.471 bayi yang seharusnya hidup di Papua, namun hanya 51.460 bayi yang bertahan hidup. Angka kematian bayi mencapai 122 per 1000 kelahiran hidup. Dari 47.709 balita yang hidup terdapat 3.751 balita yang meninggal dengan angka kematian balita mencapai 64/1000 kelahiran hidup. Sedangkan berdasarkan hasil survey kesehatan ibu dan anak di Papua tahun 2003 yang dilakukan Unicef Papua tercatat kematian ibu dan bayi baru lahir sebanyak 1.025 per 100.000 kelahiran hidup. Tahun 2003 menurut survey Departemen Kesehatan, angka kematian ibu di Papua tercata kematian ibu dan bayi baru lahir sebesar 1.161 per 100.000 kelahiran hidup. Dibandingkan dengan angka nasional yakni 350 per 100.000, maka situasi kesehatan ibu dan anak di Papua masih jauh di bawah standar nasional

Rata-rata angka kematian bayi di provinsi Papua adalah sebesar pada tahun 2005 adalah sebesar 56.65 per seribu kelahiran. Angka kematian bayi terbesar ada di Kabupaten Merauke yang mencapai 87.55 per seribu kelahiran.

Angka Kematian Bayi (AKB) menurut Kabupaten/Kota, dan Jenis Kelamin Provinsi Papua 2005

Kabupaten/Kota

Laki-Laki

Perempuan

Total

01. Merauke

96.07

79.52

87.55

02. Jayawijaya

67.57

54.09

60.63

03. Jayapura

53.76

41.94

47.68

04. Paniai

64.39

51.28

57.64

05. Puncak Jaya

62.26

49.41

55.65

06. Nabire

64.39

51.28

57.64

07. Fak Fak

49.47

38.24

43.69

08. Mimika

55.88

43.81

49.67

09. Sorong

65.45

52.22

58.64

10. Manokwari

56.95

44.74

50.67

11. Yapen Waropen

73.93

59.71

66.61

12. Biak Numfor

64.39

51.28

57.64

13. Jayapura

56.95

44.74

50.67

14. Sorong

46.24

35.48

40.71

Jumlah

63.33

50.34

56.65

Sumber : BPS Papua

Angka Harapan Hidup Waktu lahir

Kabupaten/Kota

Laki-Laki

Perempuan

Total

01. Merauke

54.61

58.01

56.36

02. Jayawijaya

60.25

63.97

62.16

03. Jayapura

63.23

67.08

65.21

04. Paniai

60.91

64.67

62.84

05. Puncak Jaya

61.36

65.14

63.3

06. Nabire

60.91

64.67

62.84

07. Fak Fak

64.17

68.06

66.17

08. Mimika

62.77

66.6

64.74

09. Sorong

60.69

64.44

62.62

10. Manokwari

62.53

66.35

64.5

11. Yapen Waropen

58.92

62.58

60.8

12. Biak Numfor

60.91

64.67

62.84

13. Jayapura

62.53

66.35

64.5

14. Sorong

64.87

68.79

66.89

Sumber : BPS Papua

Gizi dan Pangan

Mayoritas yang besar dari masyarakat Papua memakan sayuran dan ubi atau nasi selama paling tidak 5 hari dalam rata-rata satu minggu. Sedikit lebih dari sembilan dari sepuluh responden (92%) yang mengkonsumsi sayuran dengan makanan utama mereka.

Selama tahun 1970an hal tersebut menjadi kebijakan pemerintah untuk menjadikan nasi sebagai makanan pokok nasional. Namun tidak semua daerah di Papua cocok untuk ditanami beras. Secara keseluruhan, nasi merupakan makanan pokok yang utama (86%), ubi (58%) dan sagu (34%) masih dikonsumsi secara rutin dan mungkin masih dianggap sebagai makanan pokok yang penting di masyarakat asli Papua dimana konsumsinya lebih tinggi secara signifikan.

Rata-rata penduduk Papua mengkonsumsi energi yang terkandung dalam bahan makanan pada tahun 2005 adalah sebanyak 1.294 Kkal/hari. Sedangkan konsumsi protein mencapai 58,38 gram/hari dan konsumsi lemak sebanyak 33,25 gram/hari. Dan Persediaan Konsumsi Pangan Per Kapita menurut Jenis Bahan 2005 adalah sebesar 412,22 Kg/tahun.

Jumlah R.S, PUSKESMAS dan Tenaga Kesehatan

Jumlah RS di Provinsi Papua sebanyak 18 RS dengan 1.462 tempat tidur. RS milik pemerintah sebanyak 9 RS,  RS Swasta sebanyak 4 buah dan RS Militer sebanyak 5 RS yang hanya ada di Kabupaten Biak Numfor dan Kota Jayapura.  Jumlah Puskesmas di Papua sebanyak 164 buah. Sedangkan Puskesmas Pembantu berjumlah 606. Balai pengobatan yang ada di Papua sebanyak 70 yang dikelola oleh pihak swasta.

Sedangkan jumlah dokter spesialis di Papua hanya sebanyak 14 dokter,  dokter umum sebanyak 201 dan dokter gigi sebanyak 47 orang. Tenaga perawat yang ada di Papua sebanyak 2.356 orang dengan Sarjana Keperawatan sebanyak 7 orang. Bidan di Papua berjumlah 1.267 orang. Sebanyak 299 bidan tersebar di Jayawijaya dan Nabire. Total tenaga kesehatan di Papua adalah sebanyak 4.740 orang.

Banyaknya Rumah Sakit Umum Pemerintah, Swasta dan Kapasitas Tempat Tidur menurut Kabupaten/Kota (2005)

KABUPATEN/KOTA

PEMERINTAH

SWASTA

MILITER

TOTAL

JML RS

JML TT

JML RS

JML TT

JML RS

JML TT

JML RS

JML TT

1. Merauke

1

110

0

0

0

0

1

110

2. Jayawijaya

1

65

0

0

0

0

1

65

3. Jayapura

0

0

0

0

0

0

0

0

4. Paniai

0

0

0

0

0

0

0

0

5. Puncak Jaya

0

0

1

25

0

0

1

25

6. Nabire

1

59

0

0

0

0

1

59

7. Mimika

0

0

2

147

0

0

2

147

8. Yapen Waropen

1

81

0

0

0

0

1

81

9. Biak Numfor

2

110

0

0

2

92

4

202

10. Boven Digoel

-

-

-

-

-

-

-

-

11. Mappi

-

-

-

-

-

-

-

-

12. Asmat

-

-

-

-

-

-

-

-

13. Yahukimo

-

-

-

-

-

-

-

-

14. Pegunungan Bintang

-

-

-

-

-

-

-

-

15. Tolikara

-

-

-

-

-

-

-

-

16. Sarmi

-

-

-

-

-

-

-

-

17. Keerom

-

-

-

-

-

-

-

-

18. Waropen

-

-

-

-

-

-

-

-

19. Supiori

-

-

-

-

-

-

-

-

20. Jayapura

3

503

1

54

3

216

7

773

TOTAL

9

928

4

226

5

308

18

1462

JML RS = JUMLAH RUMAH SAKIT

 

 

 

 

 

 

 

JML TT = JUMLAH TEMPAT TIDUR

 

 

 

 

 

 

Sumber : Papua Dalam Angka 2006

Banyaknya Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Balai Pengobatan menurut Kabupaten/Kota (2005)

KABUPATEN/KOTA

PUS

KES

MAS

PUSKESMAS PEM

BANTU

BALAI PENGOBATAN

PUSKESMAS KELILING

SWASTA

GIGI

PERAHU

RODA 4

RODA 2

1. Merauke

10

142

12

4

11

8

6

2. Jayawijaya

17

39

4

3

-

13

17

3. Jayapura

12

42

12

12

14

14

22

4. Paniai

9

16

-

-

3

-

2

5. Puncak Jaya

6

15

-

-

-

2

3

6. Nabire

16

32

13

4

3

3

16

7. Mimika

7

38

1

2

-

4

3

8. Yapen Waropen

7

47

5

2

7

7

21

9. Biak Numfor

13

31

10

4

12

16

10

10. Boven Digoel

6

11

-

-

-

-

-

11. Mappi

6

33

-

-

-

-

-

12. Asmat

6

16

-

-

-

-

-

13. Yahukimo

5

15

-

-

-

-

4

14. Pegunungan Bintang

6

13

-

-

-

-

-

15. Tolikara

5

12

-

-

-

1

-

16. Sarmi

8

32

-

-

1

-

1

17. Keerom

6

27

-

-

-

4

11

18. Waropen

5

14

-

-

1

-

-

19. Supiori

5

13

-

-

1

-

1

Kota/Municipality

 

 

 

 

 

 

 

20. Jayapura

9

18

13

8

-

13

26

TOTAL

164

606

70

39

53

85

143

Sumber : Papua Dalam Angka 2006

Banyaknya Tenaga Kesehatan menurut Kabupaten/Kota (2005)

KABUPATEN/KOTA

DOK

TER SPE

SIALIS

DOK

TER UMUM

DOK

TER GIGI

PE

RA

WAT

SARJANA KEPERAWATAN

BIDAN

TENA

GA FAR

MASI

SAR

JANA FARMA

SI DAN APOTE

KER

1. Merauke

-

-

-

-

-

-

-

-

2. Jayawijaya

-

2

4

-

-

176

2

1

3. Jayapura

-

17

9

129

0

56

0

0

4. Paniai

1

8

0

204

0

95

0

0

5. Puncak Jaya

-

14

0

96

1

70

0

0

6. Nabire

0

18

3

247

0

123

6

2

7. Mimika

5

30

5

169

0

79

3

2

8. Yapen Waropen

4

20

3

211

1

43

4

3

9. Biak Numfor

4

19

5

247

3

82

9

4

10. Boven Digoel

-

2

0

105

0

83

3

1

11. Mappi

-

14

0

73

1

94

0

2

12. Asmat

-

10

3

93

0

88

0

0

13. Yahukimo

-

3

0

177

0

36

4

0

14. Pegunungan Bintang

-

5

0

96

0

32

0

0

15. Tolikara

-

4

1

145

1

57

0

1

16. Sarmi

-

8

2

74

0

32

1

-

17. Keerom

-

9

3

86

0

36

1

3

18. Waropen

0

1

0

75

0

29

0

0

19. Supiori

-

-

-

-

-

-

-

-

Kota/Municipality

 

 

 

 

 

 

 

 

71. Jayapura

-

17

9

129

0

56

0

0

TOTAL

14

201

47

2356

7

1267

33

19

Sumber : Papua Dalam Angka 2006

Akses Masyarakat di sektor Kesehatan

Puskesmas terdekat masih menjadi pilihan utama masyarakat di Papua ketika mereka sedang sakit atau memerlukan perawatan medis. Selain karena persoalan biaya dan jarak ke Rumah Sakit terdekat sangat jauh, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional juga masih sangat tinggi.

Hasil survey yang dilakukan oleh IFES menunjukkan bahwa masyarakat yang pergi ke rumah sakit umum hanya 12% atau dokter (11%). Tentunya hal ini adalah benar untuk area pedesaan. Sedangkan 47% masyarakat perkotaan menggunakan puskesmas untuk perawatan medis, persentase pengguna Puskesmas di area pedesaan adalah 74%. Persentase yang menggunakan para dokter atau rumah sakit publik lebih tinggi di wilayah  (masing-masing 24% dan 20%) dibanding area pedesaan (7% dan 9%). Biaya menjadi faktor bagi 76% masyarakat perkotaan dan 64% dari masyarakat pedesaan untuk dapat pergi ke Rumah Sakit dengan fasilitas yang baik.

Akses masyarakat terhadap obat-obatan juga sangat rendah. Tidak jarang masyarakat harus mencapai lokasi yang sangat jauh hanya untuk mendapatkan obat yang sesungguhnya bisa dengan mudah didapatkan di toko obat. Kenyataan ini menjadi penyebab tingginya angka penderita penyakit Malaria, walaupun penyakit ini sudah sangat akrab di Papua dan berbagai jenis obat untuk penyakit ini juga banyak beredar di Papua. Malaria merupakan penyakit paling dominan di Papua yang menyerang setiap kelompok umur. Pada tahun 2005, 26.575 orang terserang penyakit malaria klinis. 367 orang terserang penyakit malaria tropika, 12.184 orang diserang penyakit malaria tertiana dan 2.434 orang terkena malaria mix.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, HIV/AIDs merupakan penyakit yang menjadi perhatian khusus di Papua, baik oleh masyaakat Papua sendiri maupun masyarakat diluar Papua (Nasional dan Internasional). Angka orang yang terinfeksi HIV/AIDS terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Jumlah orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Papua hingga akhir tahun 2006 berjumlah 1844 (HIV) dan 1179 (AIDS). 334 orang telah meninggal akibat penyakit yang belum ditemukan obatnya ini.

Cakupan Penderita Malaria 2002 - 2005

 

Jenis Kegiatan

2002

2003

2004

2005

Klinis Malaria

80 552

105 603

96 981

413449

Ami (0/00)

16,16

49,98

4 408

224

SD Diperiksa

-

-

217885

180082

SD Positif

38 725

98 360

89 917

122280

SD = Ketersediaan Darah

 

 

 

 

Sumber : Papua Dalam Angka 2006

Jumlah Kasus HIV/AIDS per 31 Desember 2006

VARIABEL EPIDEMIOLOGI

KABUPATEN/KOTA

HIV (+)

AIDS

MATI

JML

JAYAPURA

62

65

19

127

BIAK

44

164

50

208

YAWA

1

21

4

22

NABIRE

13

104

12

117

MANOKWARI

3

6

0

9

FAKFAK/KMN

30

1

0

31

MIMIKA

1060

122

44

1182

SORONG

58

95

55

153

MERAUKE

519

364

104

883

JAYAWIJAYA

8

1

0

9

KOTA Jjayapura

45

202

39

247

PUNCAK JAYA

1

6

4

7

PANIAI

0

2

1

2

KOTA SORONG

0

15

0

15

MAPPI

0

9

2

9

KEEROM

0

2

0

2

TOTAL

1844

1179

334

3023

Sumber :  KPAD Papua

Akses Masyarakat terhadap Air bersih dan MCK (sanitasi)

Seperempat dari masyarakat Papua (23%) menggunakan air leding sebagai sumber air minum yang utama. Namun topografi Papua yang sulit, maka tidak banyak orang Papua yang memiliki akses ke perusahaan air minum seperti PDAM. Selain itu, kekurangan air bersih adalah masalah yang dihadapi kebanyakan penduduk Papua. Air sumur, air hujan dan air danau menjadi pilihan utama bagi penduduk yang tidak bisa mendapatkan air bersih dari PDAM.