Kesehatan NTT

Versi printer-friendly

PROFIL KESEHATAN

Indikator Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Indikator Derajat Kesehatan

NTT

Nasional

AKB/IMR

62/1000 KH

52/1.000 KH

AKI / MMR

554 / 100.000

334/ 100.000 KH

AK Balita

82 / 1000 BLT

81/1000 BLT

Prevalensi

 

 

UHH

  • Laki-laki
  • Perempuan
  • L/P

 

62,9 thn

67,2 thn

65,1 thn

 

 

Indikator Kesejahteraan Rakyat menunjukkan bahwa Rasio Jenis Kelamin Laki-Laki pada waktu lahir di atas 100,  pada usia belasan menurun mendekati 100 dan melewati usia belasan di bawah 100.  Dengan kata lain, lebih banyak anak laki-laki yang dilahirkan daripada perempuan namun daya tahan hidup perempuan lebih baik dari pada laki-laki.  Dengan perimbangan proporsi tersebut, kemungkinan besar daya tahan hidup anak laki-laki sudah mulai meningkat mendekati daya tahan hidup anak perempuan.

Daya tahan hidup mempunyai keterkaitan erat dengan tingkat kesehatan masyarakat. Terkait dengan daya tahan hidup, indikator ukur antara lain  tingkat morbiditas yang masih tinggi diproksikan  oleh  5 keluhan kesehatan sebulan lalu sebagai penjelas utama selama rentang 1998-2005 yaitu batuk (33,37%), Pilek (31,22%), panas (27,29%), 13,50%), dan diare (4,86%) dan dua penyakit utama berdasarkan SKRT yaitu  ISPA dan Diare telah   mengkontribusi dan  menerangkan tingkat mortalitas yang masih tinggi (IMR 2005 (48,98), ASDR 2004 (0,96-173,09) dan  CDR 2004 (5,63)).  Fenomena morbiditas dan mortalitas tersebut menjelaskan  rate fertilitas baik Angka Kelahiran Menurut Umur (ASFR) 2005 terutama pada rentang usia ibu  20-24 sampai 35-39 (619 = 88,68%) dan Angka Kelahiran Total (TFR) 2005 (3,49) dan Angka Kelahiran Kasar (CBR) 2005 (28,88).

Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu dan Umur Harapan Hidup ((profil kesehatan prov. NTT thn 2005))

Derajat Kesehatan Masyarakat di provinsi Nusa Tenggara Timur masih sangat rendah dibandingkan dengan Nasional. Hal ini terbukti dari angka kematian bayi, angka kematian ibu dan umur harapan hidup yang diperoleh dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) atau yang dikenal dengan istilah Survei Kesehatan Nasional (SUSENAS) yang dilakukan oleh Pusat penelitian Dan Pengembangan Departemen Kesehatan Republik Indonesia setiap 5 (lima) tahun sekali. Angka-angka tersebut di atas, hanya bisa diperoleh melalui Survei Kesehatan Nasional, oleh karena itu membutuhkan sumber daya baik itu tenaga maupun dana dan prasarana yang cukup besar.

Jumlah Kelahiran

Jumlah kelahiran di Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2005 menunjukkan angka 93.362 kelahiran. Dan jumlah kelahiran terbanyak di Kabupaten Manggarai yaitu 11.806 kelahiran sedangkan terkecil di Kabupaten Rote Ndao yaitu 2.109 kelahiran. Apabila dilihat dari angka kelahiran menurut umur ibu (ASFR) di Provinsi Nusa Tenggar Timur memperlihatkan adanya peningkatan kelahiran dari setiap periode.

Jumlah Kematian Balita (profil kesehatan prov. NTT thn 2005)

Jumlah Angka Kematian Balita (AKBA) menunjukkan bahwa jumlah kematian balita di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2005 sebanyak 707 balita. Jumlah angka kematian balita terbanyak di Kota Kupang yaitu 119 per 1000 balita sedangkan terkecil di Kabupaten Kupang yaitu 5 per 1000 balita. Apabila dibandingkan dengan tahun 2003 terjadi peningkatan sedangkan tahun 2004 mengalami penurunan. Angka Kematian Balita (AKBA) di Provinsi Nusa Tenggara Timur terjadi karena dipengruhi oleh beberapa faktor diantaranya: sosial budaya masyarakat, kurangnya sumber daya manusia, kurangnya transformasi/informasi, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, kurangnya dukungan dana operasional, dan lain sebagainya. Keadaan semacam ini apabila dibiarkan begitu saja maka akan menimbulkan masalah yang sangat serius bagi generasi penerus bangsa, oleh karena itu perlu mendapatken perhatian khusus dari para penentu kebijakan dan semua pihak yang berkompeten untuk mengmbil langkah-langkah kongkrit guna melakukan upaya tindak lanjut dengan berbagai cara diantaranya dengan menurunkan angka kematian bayi secara terus menerus demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera lahir batin menuju Nusa Tenggara Sehat 2010.

Jumlah Kematian ibu Maternal

Jumlah kematian ibu maternal di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2005 menunjukkan bahwa sebanyak 347 kematian ibu. Jumlah kematian ibu maternal terbanyak di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 103 kematian sedangkan terkecil di Kota Kupang yaitu 3 kematian. Jumlah kematian ibu hamil di Provinsi Nusa Tenggar Timur tahun 2003 sebanyak 339 bumil, tahun 2004 semakin berkurang menjadi 68 kematian bumil. Sedangkan kematian ibu bersalin tahun 2003 sebanyak 209 kematian ibu bersalin sedangkan tahun 2004 mengalami kenaikan sebanyak 230 kematian ibu bersalin. Sedangkan kematian ibu nifas tahun 2003 sebanyak 629 kematian ibu nifas sedangkan tahun 2004 mengalami penurunan menjadi 185 kematian ibu nifas.

Angka kematian ibu maternal di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2005 terjadi karena dipengruhi oleh beberapa faltor diantaranya: sosial budaya masyarakat, kurangnya sumber daya manusia, kurangnya transformasi/informasi, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, kurangnya dukungan dana operasional, dan lain sebagainya. Keadaan semacam ini apabila dibiarkan begitu saja maka akan menimbulkan masalah yang sangat serius bagi generasi penerus bangsa, oleh karena itu perlu mendapatken perhatian khusus dari para penentu kebijakan dan semua pihak yang berkompeten untuk mengmbil langkah-langkah kongkrit guna melakukan upaya tindak lanjut dengan berbagai cara diantaranya dengan menurunkan angka kematian ibu secara terus menerus demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera lahir batin menuju Nusa Tenggara Sehat 2010.

Indikator Pelayanan Rumah Sakit Kabupaten/Kota Tahun 2005

No

Nama Rumah Sakit

Jumlah Tempat Tidur

1.

RSU W. Z. Yohanes Kupang

284

2.

RSU Soe

60

3.

RSU Kefamenanu

62

4.

RSU Atambua

99

5.

RSU Kalabahi

78

6.

RSU Larantuka

94

7.

RSU Maumere

166

8.

RSU Ende

115

9.

RSU Bajawa

60

10.

RSU Ruteng

69

11.

RSU Waingapu

92

12.

RSU Waikabubak

70

13.

RSU Baa

27

14.

RSU Lewoleba

31

 

RSU Swasta

 

1.

RS St Marianum

70

2.

RS Bukit

50

3.

RS Kusta

70

4.

RS St Elisabeth Lela

100

5.

RS St Antonius Jopu

61

6.

RS St Rafael Cancar

53

7.

RS Lindimara

50

8.

RS Lendemoripa

50

9.

RS Kacitas Weetabula

75

10.

RST Wirasakti Kupang

50

11.

RS Bhayangkara Kupang

60

Sumber; Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se Prov. NTT Tahun 2005

Gizi dan Pangan

Kasus Gizi yang terjadi di Provinsi NTT dapat dibedakan atas 4 kasus yaitu :

1.        Kasus gizi buruk, berdasarkan jumlah anak balita yang bergizi buruk di provinsi NTT tahun 2005 sebanyak 8.030 atau 25.5%.

2.        Kasus gizi kurang, berdasarkan jumlah kasus gizi kurang di Provinsi NTT tahun 2005 sebanyak 62.094 kasus atau 25,5%.

3.        Kasus gizi baik, berdasarkan kasus gizi baik di Provinsi NTT sebanyak 170.952 kasus atau 70,3 %.

4.        Kasus gizi lebih di provinsi NTT tahun 2005 sebanyak 1267 kasus atau 0,5 % kasus.

Dimana penyebab dari kasus gizi buruk & kurang karena beberapa faktor diantaranya kurang intake makanan (pangan) bagi bayi dan balita sebagai penyebab utama terjadiny kasus itu, keaktifan posyandu di NTT sangat kurang (< 40 %), Keaktifan posyandu akan dapat menjamin terdeteksinya secara cepat bayi dan balita yang mengalami penurunan berat badan sehingga dapat segera ditangani untuk tidak sampai menjadi kasus gizi buruk & kurang disertai dengan kelainan klinis.

Jumlah Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling,Jumlah Kecamatan,Jumlah Kecamatan

No

Kabupaten

Jumlah Puskesmas

Jumlah Pustu

Jumlah Pusling

Jumlah Kec

Rasio Pusk & Pustu

1.

Sumba barat

17

59

-

17

4

2.

Sumba Timur

16

66

-

15

5

3.

Kab. Kupang

23

114

15

22

6

4.

TTS

23

63

20

21

4

5.

TTU

15

51

16

9

7

6.

BELU

16

48

16

12

5

7.

Alor

18

46

10

9

7

8.

Lembata

8

25

11

8

8

9.

Flores Timur

13

43

-

13

4

10

Sikka

14

52

-

11

6

11.

Ende

20

83

-

13

8

12.

Ngada

14

60

-

12

6

13

Manggarai

22

83

-

12

9

14.

Rote Ndao

6

73

10

9

8

15.

Kota Kupang

7

28

-

4

9

16.

Manggarai barat

10

15

-

4

6

Sumber; Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se Prov. NTT Tahun 2005

Jumlah Tenaga Medis , Tenaga Kesehatan & Tenaga Keperawatan Di sarana Kesehatan Kabupaten/Kota Se Provinsi NTT

Tahun 2005

No

Kabupaten

Tenaga Medis

Tenaga Kesehatan

Tenaga Perawat

1.

Sumba barat

22

595

171

2.

Sumba Timur

19

181

131

3.

Kab. Kupang

15

245

107

4.

TTS

2

98

55

5.

TTU

17

259

186

6.

BELU

36

465

175

7.

Alor

15

149

74

8.

Lembata

20

122

103

9.

Flores Timur

4

79

161

10

Sikka

36

400

226

11.

Ende

33

318

160

12.

Ngada

20

479

179

13

Manggarai

26

564

184

14.

Rote Ndao

17

146

67

15.

Kota Kupang

92

179

92

16.

Manggarai barat

15

251

71

Sumber; Profil Kesehatan Kabupaten/Kota se Prov. NTT Tahun 2005

Jumlah Persalinan Yang ditolong Petugas Kesehatan di Provinsi NTT

Jumlah Persalinan di Provinsi NTT tahun 2005 sebanyak 98.696 orang. Apabila dibandingkan dengan kabupaten/ kota maka yang terbanyak persalinanya di Kabupaten Manggarai sebanyak 12.715 orang, sedangkan yang paling sedikit persalinannya di kabupaten Rote Ndao yaitu 2.136 persalinan.

Berdasarkan jumlah persalinan yang ditolong tenaga kesehatan di Provinsi NTT tahun 2005 sebanyak 69.999 orang atau 70,92 %. Apabila dibandingkan dengan kabupaten/kota maka yang terbanyak pertolongan persalinan di kabupaten alor yaitu 1.494 pertolongan yang ditolong tenaga kesehatan.

Jumlah Keluarga Yang Memiliki Akses Air Bersih

Jumlah keluargaa yang memiliki akses Air Bersih di Provinsi NTT Tahun 2005 sebanyak 710.434 sarana. Jumlah akses air bersih yang terbesar di kabupaten sumba barat sebanyak 124.094 sarana sedangkan yang paling sedikit di kabupaten Ende sebanyak 5.189 sarana.

Jumlah keluarga yang menggunakan ledeng di Provinsi NTT sebanyak 294.473 sarana atau 41,45% yang menggunakan Sumur Pompa Tangan sebanyak 8.524 sarana atau 1,20% yang menggunakan Sumur Gali sebanyak 203.582 sarana atau 28,66 % yang menggunakan PAH sebanyak 45.938 sarana atau 6,47 % yang menggunakan kemasan sebanyak 31.999 sarana atau 15,36 %.