Geografis Sulawesi Selatan
Luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini.
Luas wilayah Kabupaten/Kota dan Persentase Luas Wilayah Sulawesi Selatan 2005
|
No. |
Kabupaten/ Kota |
Luas Wilayah (hektar) |
Persen thd luas Sulsel |
|
1 |
Selayar |
90,996 |
2,19 |
|
2 |
Bulukumba |
115,167 |
2,77 |
|
3 |
Bantaeng |
39,583 |
0,95 |
|
4 |
Jeneponto |
73,784 |
1,77 |
|
5 |
Takalar |
56,651 |
1,36 |
|
6 |
Gowa |
188,332 |
4,53 |
|
7 |
Sinjai |
81,996 |
1,97 |
|
8 |
Maros |
161,912 |
3,89 |
|
9 |
Pangkep |
111,229 |
2,67 |
|
10 |
Barru |
147,471 |
3,54 |
|
11 |
Tana Toraja |
320,557 |
7,71 |
|
12 |
Enrekang |
178,604 |
4,29 |
|
13 |
Pinrang |
196,177 |
4,72 |
|
14 |
Luwu |
324,777* |
7,81 |
|
15 |
Luwu Utara |
750,258* |
18,05 |
|
16 |
Luwu Timur |
694,488* |
16,71 |
|
17 |
Bone |
455,900 |
0,1 |
|
18 |
Wajo |
250,619 |
6,03 |
|
19 |
Soppeng |
135,944 |
3,27 |
|
20 |
Sidrap |
188,332 |
4,53 |
|
21 |
Makassar |
17,577 |
0,42 |
|
22 |
Parepare |
9,933 |
0,02 |
|
23 |
Palopo |
24.752* |
0,59 |
|
Total |
4.154,698 |
100 |
|
|
Sumber: BPS_Sulsel Dalam Angka Ttahun 2006 dan Dinas Tarkim Sulsel-luas setelah pemekaran |
|||
Luas wilayah Provinsi Sulsel sebelum pemekaran Provinsi Sulbar mencapai 6.336.171 hektar atau sekitar 42 % dari luas wialayh Sulawesi. Namun setelah pemekaran, luas wilayah Provinsi Sulsel tinggal 4.666.453 hektar atau sekitar 31 % dari luas wilayah Sulawesi, dan sekitar 3 % dari luas wilayah Indonesia.
Perubahan luas wilayah tersebut ditandai dengan pemisahan lima kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Sulbar yaitu Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polewali Mandar dengan dasar Undang-Undang Nomor 56 Tahun 2004 tanggal 5 Oktober 2004 maka terjadi perubahan luas Sulsel yang berkurang ssekitar 1.678.718 hektar.
Letak Geografis
Dalam peta rupa bumi digambarkan Provinsi Sulsel terletak Sulsel pada 0o12' LS dan 8o LU, dan antara 116o48'BB - 122o36' BT.
Batas Wilayah
Wilayah Propinsi Sulsel berbatasan dengan; Sulawesi Barat di sebelah utara, Selat Makassar di sebelah barat, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di sebelah timur, dan Laut Flores di sebelah selatan.
Topografi
Sulawesi Selatan memiliki 4 danau yakni Danau Tempe di Kab. Wajo, Danau Sidenreng di Kabupaten Sidrap, Danau Matana dan Towoti di Kabupaten Luwu.
Adapun jumlah gunung tercatat 7 gunung yang mana gunung tertinggi adalah Gunung Rantemario dengan ketinggian 3.470 m di atas permukaan air laut. Gunung ini terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Luwu dan Enrekang.
Nama Gunung Di Sulawesi Selatan
|
No. |
Nama Gunung |
Tinggi Gunung (meter) |
Lokasi |
|
1 |
Gunung Lompobattang |
2.871 |
Meliputi Kab.Gowa,Bantaeng, Sinjai, dan Bulukumba |
|
2 |
Gunung Bukit Rantai Kombala |
3.103 |
Kabupaten Luwu |
|
3 |
Gunung Rante Mario |
3.470 |
Meliputi Kabupaten Luwu, Enrekang |
|
4 |
Gunung Kambuno |
2.900 |
Kabupaten Luwu |
|
5 |
Gunung Balease |
3.016 |
Kabupaten Luwu |
|
6 |
Gunung Latimojong |
3.305 |
Meliputi Kabupaten Enrekang, Sidrap, Luwu |
|
7 |
Gunung Bawakaraeng |
2.839 |
Meliputi Kabupaten Gowa dan Sinjai |
|
Sumber: BPS_Sulsel Dalam Angka Tahun 2006 |
|||
Jumlah sungai yang mengaliri wilayah Sulsel tercatat sekitar 65 aliran sungai, dengan jumlah aliran terbesar di Kabupaten Luwu, yakni 25 aliran sungai. Sungai terpanjang adalah Sungai Saddang yang mengalir meliputi Kabupaten tator, Enrekang, Pinrang dan Polewali (Sulawesi Barat) dengan panjang sungai 150 km.
Kondisi Wilayah
Dari segi dimensi sumber daya alam, Provinsi Sulsel terdapat empat kategori, yaitu; Dataran rendah yang meliputi hampir semua kabupaten kota, Dataran tinggi yang meliputi Kabupaten Luwu, Tana Toraja, Luwu Utara, Enrekang, Sinjai, Gowa, Bone, dan sebagian di wilayah Sidrap, Wajo, Pinrang, Maros, Pangkep dan Parepare, Perairan pantai yang meliputi kabupaten/kota yang terbentang di pesisir pantai timur dan pantai barat, dan Laut dalam yang meliputi Selat Makassar, Teluk Bone, dan Laut Selayar.
Dari luas wilayah, pemanfaatan lahan di Provinsi Sulsel mencakup kawasan hutan (57,59 %), Sawah (9,01 %), Rawa (01,65 %), Danau, Tambak (2,84%), Perikanan (1,07%), Perkebunan (9,85%), Lain-lain (8,74%).
Iklim dan Cuaca
Berdasarkan pencatatan Stasiun Klimatologi Kelas I Panakukang Makassar bahwa rata-rata temperatur sepanjang tahun 2005 berkisar 26,5 oC- 27,1 oC, suhu minimum mencapai 22,5 oC - 24,7 oC, dan suhu maksmimun berkisar 30,2 oC - 34,5 oC. Kelembaban nisbi sekitar 66% - 87 % dengan rata-rata penyinaran matahari antara 45 % - 98 %, dan surah hujan rata-rata 1.000-1.500 mm per tahun.
- 3916 reads
Send to friend
