Geografis Gorontalo

Versi printer-friendly

Berikut akan diuraikan menyangkut kondisi geografis yang terdiri atas luas wilayah, letak geografis, batas wilayah, topografis, kondisi lahan (Luas lahan pertanian dan luas lahan kritis) serta iklim dan cuaca.

Luas Wilayah

Berikut kami paparkan luas daerah Provinsi Gorontalo menurut kabupaten/kota pada tabel di bawah ini

Luas Daerah Provinsi Gorontalo Menurut Kabupaten/Kota

No.

Kabupaten/Kota

Luas (km2)

Prosentase (%)

I.

1.

2.

3.

4.

II.

5.

Kabupaten:

Gorontalo

Boalemo

Pohuwato

Bone Bolango

Kotamadya:

Gorontalo

 

3,426.98

2,248.24

4,491.03

1,984.40

 

64.79

 

28.05

18.40

36.77

16.25

 

0.53

Jumlah

12,215.44

100

Sumber: BPS Provinsi Gorontalo, Buku Saku: Gorontalo dalam Angka, 2006, h. 14

Berdasarkan tabel 1 diatas sesungguhnya luas wilayah Provinsi Gorontalo masih lebih luas jika dibandingkan dengan luas Negara Kesatuan Republk Indonesia (NKRI) maka luas Provinsi Gorontalo hanya 0,64% dari jumlah wilayah Indonesia (1.213.726,12 / 36%) sudah termasuk luas wilayah Provinsi Gorontalo. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel I.2.1.2 di bawah ini:

Perbandingan Luas Provinsi Gorontalo dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia

No

Provinsi

Luas (km2)

Prosentase (%)

1.

2.

Provinsi Gorontalo

Indonesia (Temasuk Popinsi Gorontalo)

12.215,44

1.213.726,12

0.64

99.36

Sumber: Sumber: BPS Provinsi Gorontalo, Buku Saku: Gorontalo dalam Angka, 2006, h. 14.

Berdasarkan data di atas nampak bahwa luas Provinsi Gorontalo sangat kecil, tidak mencapai 1 % jika dibanding  dengan luas wilayah provinsi yang ada di Indonesia.

Letak geografis

Wilayah Provinsi Gorontalo berada diantara 0.19 -1.15 Lintang Utara dan 121.23 -123.43 Bujur Timur. Secara geografis posisi Provinsi ini berada berada cukup strategis dimana sebelah utara berhadapan langsung dengan potensi laut Sulawesi teluk Moro Filipina dan disebelah Selatan dengan Teluk Tomini yang kita kenal dengan potensi hasil laut Ikan Tuna dsb juga terletak pada segi tiga pariwisata laut Togean (Sulteng), Olele (Gorontalo) & Bunaken  (Sulut).

Batas Wilayah

Batas Wilayah, menyangkut batas wilayah secara administratif dengan daerah lain.

Ø       Sebelah utara                     : Berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah dan Laut         Sulawesi.

Ø      Sebelah timur                      : Propinsi Sulawesi Utara

Ø      Sebelah Selatan                   : Teluk Tomini

Ø      Sebelah barat                      : Propinsi Sulawesi Tengah




Permukaan tanah di Gorontalo sebagian besar adalah perbukitan. Dengan total kawasan hutan 826.378,12 Ha atau kurang lebih 67 % luas daratan. Oleh karena itu Provinsi Gorontalo memiliki banyak gunung dengan ketinggian yang berbeda. Gunung Tabongo yang terletak di Kabupaten Boalemo merupakan gunung yang tertinggi dengan ketinggian 2100 m dari permukaan laut. Sedangkan gunung Litu-Litu yang terletak di kabupaten Gorontalo adalah gunung yang terendah dengan ketinggian 884 m dari permukaan laut. Berikut ini akan dirinci nama gunung yang ada di provinsi gorontalo serta ketinggiannya:

Nama dan Ketinggian Gunung di Provinsi Gorontalo

No

Kabupate/Kotamadya

Nama Gunung

Tinggi (m)

I.

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

3.

 

4.

 

 

 

II.

5.

Kabupaten:

Gorontalo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Boalemo

 

Pohuwato

 

Bone Bolango

 

 

 

Kotamadya:

Gorontalo

 

Pontolo

Boliohuto

Bondalo

Dapi Dapi

Loba

Biawu

Pomonto

Dulukapa

Oile

Bile

Saipi

Demeli

Tiolo

Tamboo

Litu Litu

Tobongo

Mopangga

Lomuli

Huwata

Ali

Gambuta

Tilongkabila

 

-

 

2.017

2.065

1.918

1.690

1.680

1.620

1.490

1.370

1.126

1.112

1.104

1.100

1.022

940

884

2.100

2.051

1.920

923

1.995

1.954

1.500

 

-

 

Luas Lahan Pertanian

Tanah dan lahan menurut penggunaannya dapat dibedakan menjadi 2 bagian besar, yaitu tanah sawah dan tanah non sawah (tanah kering). Luas lahan bukan sawah hamper mencapai 1.153.876 ha atau sekitar 35 kali luas lahan sawah. Luas lahan sawah yang sudah dimanfaatkan dapat dibedakan menurut jenis pengairannya. Sekitar 40,45 % luas lahan sawah di Provinsi Gorontalo menggunakan irigasi teknis. Kemudian secara berturut-turut oleh luas lahan sawah dengan tadah hujan (34,49 %) irigasi semi teknis (15,34 %), irigasi desa (5,85 %)  irigasi sederhana (3,27 %)  dan lebak, polder lainnya (0,61 %), kabupaten Boalemo sebagian besar masih menggunakan tadah hujan sedangkan Kota Gorontalo, kabupaten Pohuwato dan kabupaten Bone Bolango sebagian besar menggunakan irigasi teknis. Untuk Kota Gorontalo luas lahan sawahnya hanya menggunakan irigasi teknis. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Luas (ha) Lahan  Sawah Dirinci Menurut Jenis Pengairan

No

Kabupaten/Kota

Irigasi Teknis (ha)

Irigasi Semi  Teknis (ha)

Irigasi Desa (ha)

Irigasi  Sederhana (ha)

I.

1.

2.

3.

4.

II.

5.

Kabupaten:

Gorontalo

Boalemo

Pohuwato

Bone Bolango

Kotamadya:

Gorontalo

 

7.517,00

-

2.868,00

1.723,00

 

954,00

 

3.879,00

765,00

257,00

53,00

 

-

 

1.407,00

-

406,00

75,00

 

-

 

955,00

-

102,00

-

 

-

Jumlah

13.062,00

4.954,00

1.888,00

1.057,00

Sumber: BPS Provinsi Gorontalo, Buku Saku: Gorontalo dalam Angka, 2006, h. 159

Berdasarkan tampilan data di atas dapat dilihat bahwa lahan sawah dirinci menurut jenis pengairan di Provinsi Gorontalo sudah sebagian besar sawah menggunakan jenis pengairan irigasi teknis (13.062,00 ha dari total luas sawah yang ada di Provinsi Gorontalo seluas 20.961 ha) atau sekitar 62,32 % dari total luas sawah di Provinsi Gorontalo menurut jenis pengairan. Berikut ini kami paparkan secara rinci luas bukan sawah menurut penggunaannya pada tabel di bawah ini:

Luas (ha) Lahan  Sawah Dirinci Menurut Penggunaannya pada Tahun 2005

No

Kabupaten/

Kota

Pekara

ngan/bangunan & Halaman

Tegal/ Kebun

Ladang/ Huma

Padang Rumput

Rawa (Tidak ditanami padi)

Tambak kolam/ Tebat

I.

1.

2.

3.

4.

II.

5.

Kabupaten:

Gorontalo

Boalemo

Pohuwato

Bone Bolango

Kotamadya:

Gorontalo

 

20,188

5,594

5,996

3,772

 

652

 

46,410

22,800

39,463

9,220

 

74

 

29,513

9,294

13,916

4,070

 

929

 

5,088

2,187

6,636

3,008

 

-

 

826

2,258

2,397

5

 

-

 

335

468

1,653

60

 

17

36,202

117,967

57,722

16,919

5,486

2,533

Sumber: BPS Provinsi Gorontalo, Buku Saku: Gorontalo dalam Angka, 2006, h. 161

Adapun luas lahan sawah jika dirinci menurut penggunaanya, maka tegal/huma merupakan lahan sawah terluas (49,81 %) di Provinsi Gorontalo. Sebaliknya, berdasarkan tampilan data di atas dapat dilihat bahwa Tambak kolam/tebat merupakan lahan  sawah dirinci menurut penggunaannya sebagai lahan terkecil (1,07 %). Sedangkan luas lahan hutan negara merupakan lahan yang sementara tidak diusahakan

Berikut ini kami paparkan secara rinci luas bukan sawah menurut penggunaannya pada tabel di bawah ini:

Luas Lahan yang Sementara tidak Diusahakan, Hutan Rakyat, Hutan Negara, Perkebunan, dan lain-lain

No

Kabupaten/ kotamadya

Sementara tidak diusahakan

Hutan rakyat

Hutan negara

Perke-bunan

Lain-lain

Jlh

I.

1.

2.

3.

4.

II.

5.

Kabupaten:

Gorontalo

Boalemo

Pohuwato

Bone Bolango

Kotamadya:

Gorontalo

 

19.266

10.222

15.613

12.151

 

445

 

23.367

5.137

15.816

1.029

 

1.330

 

91.861

58.608

307.757

116.836

 

-

 

42.319

21.094

33.322

12.827

 

86

 

20.915

7.789

78.133

19.132

 

1.992

 

300.088

145.451

520.702

182.110

 

5.525

Jumlah

57.697

46.697

575.062

109.648

127.961

1.153.876

Tahun 2004

Tahun 2003

78.330

69.606

34.731

28.063

612.133

641.809

91.855

90.840

130.664

123.439

1.173.299

1.189.688

Sumber: BPS Provinsi Gorontalo, Buku Saku: Gorontalo dalam Angka, 2006, h. 164

Luas Lahan Kritis

Bersama ini pula dapat kami gambarkan tentang kondisi lahan yang terkategorikan kritis pada berbagai tingkatan kelas ;

  • Kelas lahan mempunyai penghambat berat yakni mengurangi jumlah tanaman yang dapat diusahakan dan memerlukan tindakan pencegahan/konservasi (tanah/air) pada tingkat sedang  yakni seluas 45.000 ha. Penghambat utama karena ; Lereng agak curam, Kepekaan terhadap erosi, permeabilitas lapisan bawah sangat lambat, Tanah dangkal, Kesuburan tanah rendah, keterbatasan iklim dan curah hujan kurang.
  • Kelas lahan mempunyai penghambat sangat berat yakni membatasi pemilihan jumlah tanaman, atau memerlukan pengelolaan sangat hati-hati serta input cukup tinggi, yakni mencakup luas 135.400 ha. Penghambat utama karena ;  Lereng curam & sangat curam,  bahaya erosi sangat tinggi dan zone perakaran dangkal (yaitu tanah dangkal dan berbatu), kapasitas memegang air rendah. Walaupun pada beberapa kawasan lahan tertentu masih dapat diusahakan untuk Pertanian-Hutan Produksi-Margasatwa.

Kelas lahan penghambat permanen. Lahan ini dijumpai didaerah pegunungan dengan luasan 381.200 ha. Faktor penghambat utama adalah Lereng sangat Curam dan berbatu sehingga berakibat zone perakaran sangat pendek dan akibat erosi besar selalu mengintai.