Ekonomi Sulawesi Barat

Versi printer-friendly

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto  (PDRB) merupakan salah satu cerminan kemajuan ekonomi suatu daerah, yang didefinisikan sebagai keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dalam waktu satu tahun di wilayah tersebut.

PDRB provinsi Sulawesi Barat atas dasar harga yang berlaku pada tahun 2000-2006 sekitar 5,168 milyar rupiah.  Sedangkan Pertumbuhan Pendapatan Perkapita (sesuai PDRB)  Tahun 2006 atas dasar harga Konstan 2000 adalah sebesar  3.367 milyar rupiah atau meningkat sekitar 13,28 %.

Pada umumnya, pertumbuhan riil setiap sektor dalam PDRB tahun 2005 lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi provinsi Sulawesi Barat, kecuali untuk sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian. Dengan pertumbuhan masing-masing sekitar 3,10 % dan 2.02 %. Namun demikian, karena sektor yang tumbuh tinggi adalah sektor yang memiliki kontribusi yang relatif kecil terhadap PDRB, maka pertumbuhan ini tidak terlalu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang masih mengandalkan sektor pertanian.

Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi

Tahun

PDRB (Milyar Rupiah)

Perkembangan (%)

2003

3.428,62

8,27

2004

3.869,65

12,86

2005

4.422,9

14,30

Sumber : BPS, PDRB Prov Sulawesi Barat tahun 2005

Gambaran potensi ekonomi Sulawesi Barat dapat dilihat dari sebaran jumlah usaha dan tenaga kerja menurut kategori usaha per kabupaten, disajikan pada tabel berikut ini.

Potensi Ekonomi Sulawesi Barat

Kategori Usaha

Majene

Polman

Mamasa

Mamuju

Mamuju Utara

Sulbar

Pertambangan dan Penggalian

37

265

31

98

18

449

Industri Pengolahan

1.261

9.193

953

1.878

271

13.556

Listrik Gas dan Air

4

107

24

215

87

437

Konstruksi

417

256

88

195

98

1.054

Perdagangan Besar dan Eceran

7.225

19.882

4.319

13.897

4.993

50.316

Akomodasi dan Makan Minum

609

1.341

190

911

424

3.469

Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi

1.810

5.405

924

2.185

288

10.612

Perantara Keuangan

55

96

22

52

8

233

Real Estate, Usaha Persewaan

87

332

43

168

133

763

Jasa Pendidikan

261

563

250

518

136

1.728

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

82

127

52

157

31

449

Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan dan Perorangan Lainnya

542

1.924

196

872

303

3.837

Jasa Perorangan yang melayani Rumah Tangga

51

16

4

57

1

130

Jumlah

12.436

39.507

7.096

21.203

6.791

87.033

Sumber : BPS, Potret Potensi Ekonomi Sulawesi Barat tahun 2006

Angkatan Kerja

Sementara itu, penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha perdagangan besar dan eceran yang paling banyak menyerap tenaga kerja yaitu 752 ribu orang atau sekitar 48,91 persen dari jumlah tenaga kerja keseluruhan. Kategori usaha berikutnya adalah industri pengolahan menyerap 25 ribu tenaga kerja (16,29 %).

Jumlah Tenaga Kerja Menurut Kabupaten dan Lapangan Usaha

Kategori Usaha

Majene

Polman

Mamasa

Mamuju

Mamuju Utara

Sulbar

Pertambangan dan Penggalian

58

447

67

287

44

903

Industri Pengolahan

2.988

14.703

1.505

4.479

1.380

25.055

Listrik Gas dan Air

17

340

69

490

148

1.064

Konstruksi

1.772

837

317

901

456

4.283

Perdagangan Besar dan Eceran

9.682

27.321

6.378

23.259

8.260

75.260

Akomodasi dan Makan Minum

999

1.925

413

1.891

826

6.054

Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi

1.970

6.176

1.027

2.777

654

12.604

Perantara Keuangan

604

753

62

437

61

1.917

Real Estate, Usaha Persewaan

184

780

90

424

247

1.725

Jasa Pendidikan

2.950

6.132

1.824

4.070

936

15.912

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

403

810

324

563

125

2.225

Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan dan Perorangan Lainnya

913

3.149

372

1.698

575

6.707

Jasa Perorangan yang melayani Rumah Tangga

52

17

4

61

2

136

Jumlah

22.592

63.390

12.452

41.337

14.074

153.845

Sumber : BPS, Potret Potensi Ekonomi Sulawesi Barat tahun 2006

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, usaha mikro juga menunjukkan jumlah terbesar, yaitu menyerap 125,8 ribu tenaga kerja (81,8 %). Sementara usaha kecil dapat menyerap tenaga kerja 22,8 ribu orang (14,8 %). Apabila digabung, Usaha mikro dan usaha kecil meyerap lebih dari 95 persen seluruh tenaga kerja yang bekerja di luar sektor pertanian.