Ekonomi Papua Barat

Versi printer-friendly

Perekonomian Provinsi Papua Barat selama tahun 2005 menunjukkan pertumbuhan yang positif apabila dibandingkan pada tahun 2004. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar sektor yang mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Pada tahun 2005, besaran nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang tercipta sebesar 7,9 triliun rupiah mengalami peningkatan dari tahun 2004 yang sebesar 6,57 triliun rupiah.

Pada tahun 2005, nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar 5,3 triliun rupiah mengalami peningkatan dari tahun 2004 yang besarnya 4,97 triliun rupiah.

Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2003 - 2005 (Jutaan Rupiah)

PDRB atas

Tahun

2003

2004

2005

Harga Berlaku

5.555.597,23

6.576.536,73

7.903.201,91

Harga Konstans 2000

4.627.370,53

4.969.210,34

5.304.206,18

Sumber : Irian Jaya Barat Dalam Angka 2006

Pada tahun 2005 pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat adalah sebesar 6,74 persen, lebih melambat bila dibandingkan dengan tahun 2004 yang mencapai 7,39 persen. Selama kurun waktu sejak tahun dasar 2000 pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat untuk harga berlaku terus meningkat semakin cepat sedangkan untuk harga konstan 2000 meningkat lebih cepat hingga tahun 2003 dan selebihnya sampai tahun 2005 pertumbuhannya melambat.

Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2003 - 2005 (%)

Laju PDRB atas

Tahun

2003

2004

2005

Harga Berlaku

15,83

18,38

20,17

Harga Konstans 2000

7,68

7,39

6,74

Sumber : Irian Jaya Barat Dalam Angka 2006

Sektor Pertanian di Provinsi Papua Barat didominasi dari subsektor Kehutanan dan Perikanan mampu memberikan sumbangan nilai tambah yang cukup besar bagi perekonomiannya.  Hasil sektor pertanian sangat besar pengaruhnya terhadap penciptaan nilai tambah PDRB Provinsi Papua Barat, walaupun sejak tahun 2001 peranannya terus mengalami penurunan hingga sebesar 27,24 persen pada tahun 2005.

Sektor Industri pengolahan menempati urutan kedua dalam sumbangannya terhadap perekonomian Papua Barat yaitu sebesar 19,99 persen.  Jika dilihat dari sub sektornya, peningkatan nilai tambah pada sub sektor industri migas sangat mempengaruhi adanya peningkatan pada sektor industri pengolahan dengan peranan sebesar 12,83 persen.

Sektor pertambangan dan penggalian menempati urutan ketiga pembentuk PDRB Provinsi Papua Barat dengan peranan sebesar 19,34 persen, mengalami peningkatan apabila  dibandingkan pada tahun 2003 yang besarnya 18,42 persen.  Sub sektor migas yang sangat berpengaruh terhadap naik turunnya peranan sektor pertambangan dan penggalian memiliki peranan tertinggi dibandingkan dengan sub sektor-sub sektor pada sektor lainnya yaitu sebesar 18,63 persen. Sektor perdagangan, Hotel dan Restauran merupakan penyumbang berikut dalam pembentukan PDRB Provinsi Papua Barat.  Peranan sektor ini pada tahun 2005 sebesar 9,73 persen sedikit mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2003 yang besarnya 10,01 persen.

Jika diamati sektor-sektor yang membentuk pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat maka dapat diketahui sektor yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2005 adalah sektor jasa yaitu sebesar 13,19 persen, mengalami peningkatan dari tahun 2004 yang besarnya 7,61 persen.  Pertumbuhan ekonomi kedua pada tahun 2005 adalah sektor angkutan dan komunikasi sebesar 12,75 persen, meningkat dari tahun 2004 sebesar 10,13 persen. Diurutan ketiga adalah sektor bangunan sebesar 12,33 persen meningkat dari tahun 2004 yang tumbuh sebesar 6,26 persen.

Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003 - 2005 (%)

Lapangan Usaha

Tahun

2003

2004

2005

Pertanian

5,07

3,91

2,09

Tan. Bhn Makanan

3,01

3,75

3,86

Tanaman Perkebunan

4,34

5,49

6,13

Peternakan

10,68

8,26

7,95

Kehutanan

4,54

3,53

-5,18

Perikanan

6,00

3,36

6,17

Penggalian

4,65

2,54

5,34

Industri Pengolahan

17,10

21,77

8,36

Listrik dan Air Bersih

9,38

8,83

9,65

Bangunan

8,20

6,26

12,33

Perdagangan, Hotel & Restaurant

8,82

7,03

8,97

Angkutan dan Komunikasi

14,87

10,13

12,75

Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan

5,04

30,34

2,97

Jasa-jasa

7,33

7,61

13,19

Sumber : Irian Jaya Barat Dalam Angka 2006

Sampai dengan tahun 2004 PDRB berdasarkan harga berlaku menurut kabupaten menempatkan Kabupaten Sorong diurutan pertama dengan besaran 2,52 triliun meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 1,96 triliun.  Sedangkan Kabupaten Teluk Wondama merupakan kabupaten dengan PDRB terkecil berdasarkan harga berlaku yaitu 111 milyar pada tahun 2004 atau meningkat dari sebelumnya 97 milyar di Tahun 2003.

Angkatan Kerja

Dalam proses perubahan menuju struktur dalam masyarakat yang lebih modern, profil ketenagakerjaan Provinsi Papua Barat menunjukkan tanda-tanda terjadinya proses tranformasi tenaga kerja dari sektor-sektor subsistensi ke sektor-sektor modern.  Hal ini dapat dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Papua Barat Tahun 2005 sebesar 72 persen yang berarti ada sekitar 72,08 persen penduduk usia kerja yang selektif secara ekonomi.  Jika dilihat berdasarkan gender antara laki-laki dan perempuan, TPAK laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan, yaitu 90,37 persen TPAK laki-laki sedangkan TPAK perempuan sebesar 51,88 persen.

Tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Papua Barat dapat digolongkan rendah yaitu sebesar 11,14 persen.  Hal ini berarti dari 100 penduduk yang termasuk angkatan kerja secara rata-rata ada 11 orang diantaranya adalah pencari kerja (pengangguran).  Sehingga Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) di Provinsi Papua Barat sebesar 88,86 persen, yang berarti dari 100 angkatan kerja ada sekitar 88 orang sudah bekerja.  Jika digolongkan berdasarkan jenis pendidikan maka angkatan kerja yang terserap di Provinsi Papua Barat paling banyak ada ditingkat pendidikan SD sebesar 123.460.  hal ini menunjukkan masih rendahnya kualitas SDM yang ada di provinsi Papua Barat.

Penduduk Usia 15 Tahun Keatas menurut Jenis Kelamin dan Jenis Kegiatan Utama Provinsi Irian Jaya Barat Tahun 2005

No

Jenis Kegiatan Utama

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

1.

Penduduk Usia Kerja (15+)

212.886

192.861

405.747

2.

Angkatan Kerja

192.392

100.054

292.446

3.

Bekerja

179.059

80.804

259.863

4.

Mencari Pekerjaan

13.333

19.250

32.583

5.

Bukan Angkatan Kerja

20.494

92.807

113.301

6.

Sekolah

15.424

15.239

30.663

7.

Mengurus Rumah Tangga

763

74.904

75.667

8.

Lainnya

4.307

2.664

6.971

9.

TPAK (%)

90,37

51,88

72,08

10.

Tingkat Pengangguran Terbuka (%)

6,93

19,24

11,14

Sumber :  BPS Provinsi Irian Jaya Barat 2006

Angkatan Kerja Penduduk Umur 15 Tahun Keatas Menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Irian Jaya Barat Tahun 2005

Kabupaten/Kota

AngkatanKerja

% Bekerja Terhadap Angkatan Kerja

Bekerja

Pengangguran Terbuka

Jumlah

Fakfak

19.181

4.998

24.179

79,33

Kaimana

14.729

2.021

16.750

87.93

Teluk Wondama

7.102

208

7.310

97,15

Teluk Bintuni

25.690

1.321

27.011

97,15

Manokwari

67.762

4.467

72.229

93,82

Sorong Selatan

17.154

930

18.084

94.86

Sorong

55.409

5.985

61.394

90,25

Raja Ampat

10.858

876

11.734

92,53

Kota Sorong

41.978

11.777

53.755

78,09

Sumber :  BPS Provinsi Irian Jaya Barat, dalam Irian Jaya Barat Dalam Angka 2006

Jumlah Penduduk Usia Kerja (15 Tahun) Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Irian Jaya Barat Tahun 2005

Kabupaten/Kota

Penduduk Usia Kerja   (15 Thn)

% Angkatan Kerja thd Penduduk Usia Kerja

Fakfak

39.012

61,98

Kaimana

23.630

70,88

Teluk Wondama

11.574

63,16

Teluk Bintuni

28.889

93,50

Manokwari

98.413

73,39

Sorong Selatan

26.454

68,36

Sorong

74.219

82,72

Raja Ampat

17.282

67,90

Kota Sorong

86.274

62,31

Sumber :  BPS Provinsi Irian Jaya Barat, dalam Irian Jaya Barat Dalam Angka 2006