Demografi Sulawesi Selatan

Versi printer-friendly

Keadaan Penduduk

Masalah utama kependudukan di Indonesia pada dasarnya meliputi tiga hal pokok, yaitu jumlah penduduk yang besar, komposisi penduduk yang kurang menguntungkan dimana proporsi penduduk berusia muda masih relatif tinggi, dan persebaran penduduk yang kurang merata.

Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Berdasarkan hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2005 yang diambil dari data BPS dalam Sulsel Dalam Angkat Tahun 2006, menyebutkan bahwa jumlah penduduk Sulsel sebanyak 7.494.701 jiwa yang tersebar di 23 kabupaten/kota.

Sampai tahun 2005, angka jumlah penduduk di Kota Makassar masih tergolong tinggi ketimbang daerah-daerah lainnya. Sekitar 1.193.451 jiwa penduduk Sulsel berdiam di Kota Makassar.

Hal ini dimungkinkan karena terjadinya arus urbanisasi dari daerah lainnya di Sulsel terutama untuk melanjutkan pendidikan, disamping daerah ini merupakan pusat pemerintahan dan konsentrasi kegiatan ekonomi.  Akan tetapi kondisi ini tidak terjadi  di Kota Parepare yang juga menjadi pusat niaga dan pelayanan jasa di wilayah utara di Provinsi Sulawesi Selatan.

Yang paling mencolok pertambahan jumlah penduduk Kota Makassar setiap tahunnya adalah urbanisasi lulusan SLTA untuk kepentingan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Indi diakibatkan belum meratanya pembangunan di bidang pendidikan, terutama masih terpusatnya pembangunan Perguruan Tinggi Negeri di Kota Makassar. Belum lagi, urbanisasi karena tujuan ekonomi, jasa, perdagangan, lain- lain.

Jumlah penduduk Kota Makassar yang begitu besar dibandingkan dengan luas wilayah yang sempit hanya 17,577 hektar memicu persoalan kebutuhan penduduk terhadap lahan pemukiman dan pemanfaatan lahan lainnya. Hal inilah yang coba diselesaikan melalui Pengembangan Kota Metropolitan Mamminasata.

Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan 2001-2005

No.

Kabupaten/ Kota

2001

2002

2003

2004

2005

1

Selayar

104.079

104.205

109.415

111.458

111.220

2

Bulukumba

353.970

354.794

371.453

374.247

379.371

3

Bantaeng

160.970

160.840

164.841

167.284

169.102

4

Jeneponto

320.426

321.754

323.245

327.489

331.848

5

Takalar

232.178

232.681

240.578

244.582

248.162

6

Gowa

522.105

528.313

552.293

565.252

575.295

7

Sinjai

205.423

207.416

216.589

217.374

220.141

8

Maros

275.548

278.833

286.260

290.173

296.336

9

Pangkep

265.290

268.008

275.151

277.223

279.801

10

Barru

151.464

152.412

156.661

157.680

158.500

11

Tana Toraja

395.744

398.796

416.610

420.733

427.286

12

Enrekang

168.337

169.812

175.962

178.658

182.174

13

Pinrang

312.124

313.801

331.592

334.090

335.554

14

Luwu

403.931

407.277

425.834

309.588

315.294

15

Luwu Utara

442.267

449.836

462.437

475.092

287.295

16

Luwu Timur

-

-

-

-

206.180

17

Bone

651.746

654.213

679.904

686.986

694.320

18

Wajo

357.742

358.677

362.683

363.508

364.290

19

Soppeng

218.943

218.859

224.121

225.183

229.292

20

Sidrap

238.926

239.795

246.259

247.723

246.993

21

Makassar

1.116.834

1.127.785

1.145.405

1.164.380

1.193.451

22

Parepare

108.917

111.660

113.057

114.933

115.221

23

Palopo

-

-

-

125.734

127.575

Total

7.006.066

7.060.129

7.280.351

7.379.370

7.494.701

Sumber BPS,Sulsel Dalam Angka 2006

Selanjutnya, kabupaten terbesar kedua jumlah penduduknya adalah Kabupaten Bone dengan jumlah penduduk 694.320 jiwa. Tingginya jumlah penduduk di kabupaten ini tidak serumit persoalan kependudukan yang terjadi di Kota Makassar karena kabupaten ini masih memiliki wilayah yang cukup luas, yaitu 455,900 hektar. Sementara kabupaten yang memiliki jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Selayar sebanyak 111.220 jiwa, disusul Kota Parepare dengan 115.221 jiwa.

Secara keseluruhan jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan lebih banyak daripada penduduk berjenis kelamin laki-laki, yaitu penduduk laki-laki sebanyak 3.641.844 jiwa dan penduduk perempuan 3.853.857 jiwa dengan selisih jumlah penduduk 212.013 jiwa. Hal ini tercermin pada angka rasio jenis kelamin yang lebih kecil dari 100 atau 94.60 %. Hanya di Kabupaten Selayar (102,12%), Tana Toraja (109,84%), Luwu (104,93%), dan Luwu Utara (105,90%) yang menunjukkan angka rasio jenis kelamin lebih besar 100 yang berarti penduduk laki-laki di kabupaten tersebut lebih besar dari penduduk berjenis kelamin perempuan.

Jumlah Rumah Tangga terbesar berada di Kota Makassar sebanyak 291.040 RT, disusul Kabupaten Bone 167.040 RT, Kabupaten Gowa 130.208 RT, Kabupaten Luwu Utara 208.580 RT, dan Kabupaten Tana Toraja 103.766 RT. Sedangkan jumlah rumah tangga terkecil ada di Kota Parepare sebanyak 25.640 RT dan Kota Palopo sebanyak 26.768 RT. Jumlah RT tersebut tidak berbanding lurus dengan rata-rata anggota rumah tangga. Rata-rata anggota Rumah Tangga terbesar adalah Kota Palopo sebesar 4.77 yang hanya memiliki jumlah Rumah Tangga 26.768 RT, disusul Kabupaten Enrekang 4.64 dengan jumlah rumah tangga 39.296 RT. Tingginya rata-rata anggota RT lebih banyak diperngaruhi oleh luas wilayah dari kebupaten dan kota tersebut.

Dalam 2 (dua) tahun terakhir, tahun 2004 dan 2005, tidak semua kabupaten mengalami pertambahan penduduk (selain daerah pemekaran, seperti Luwu Utara dan Luwu Timur), seperti Kabupaten Selayar dari pertumbuhan penduduknya justru menurun dari  111.458 jiwa (2004) menjadi 111.220 jiwa pada tahun 2005 atau kekurangannnya sebanyak 0.238 jiwa.

2.1.3    Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur

Komposisi penduduk menurut kelompok umur dapat menggambarkan tinggi/ rendahnya tingkat kelahiran. Selain itu komposisi penduduk juga mencerminkan angka beban tanggungan yaitu perbandingan antara jumlah penduduk produktif (umur 15 - 64 tahun) dengan umur tidak produktif (umur 0 - 14 tahun dan umur 65 tahun keatas).

Penduduk Sulsel berdasarkan kelompok umur usia 0 - 4 tahun pada tahun 2005 sebesar  716,691 atau sekitar 9.56 % dari keseluruhan jumlah penduduk Sulsel.  Sedangkan kelompok umur 5-9 tahun (809,221 atau 10,79 %) dan 10-14 tahun (802,9 atau 10,713 %) merupakan jumlah terbesar.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin, Kelompok Umur dan Persentase Tahun 2005

Kelp.Umur

Jenis Kelamin

Total

Persentase

Laki-laki

Perempuan

0-4

367,541

349,150

716,691

9.562636321

5-9

421,054

388,197

809,221

10.79724194

10-14

419,723

383,197

802,920

10.71316921

15-19

366,074

374,226

740,300

9.877645553

20-24

289,492

374,544

637,036

8.499818739

25-29

276,180

329,640

605,820

8.083311129

30-34

289,708

314,632

604,340

8.063563843

35-39

268,273

295,714

563,987

7.525143431

40-44

215,566

230,580

446,146

5.952819199

45-49

184,282

196,427

380,709

5.079708984

50-54

153,949

167,853

321,802

4.293726995

55-59

114,958

138,677

253,635

3.384191044

60 +

275,044

337,050

612,094

8.167023608

Jumlah

3,641,844

3,879,887

7,494,701

100

Sumber: BPS Sulsel Tahuun 2006

Hal ini menunjukkan proporsi penduduk usia muda jauh lebih tinggi ketimbang angka penduduk usia tua. Prosentase angka penduduk usia muda 0-24 tahun adalah 49.450 %  atau sebanyak  3.706.168, sedangkan penduduk usia tua (50-59 tahun) 575,437 atau 7,677 % dan usia 60 tahun lebih mencapai 612,094 dengan 8,167 %.

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur (0-24, 25-49,50-59, dan 60+) dan Persentase Tahun 2005

Jenis Kelamin

Kelompok

Umur (Tahun)

Jumlah

Persentase

Laki-laki

Perempuan

1,863,884

1,869,314

0-24

3,706,168

49.450

1,234,009

1,366,993

25-49

2,601,002

34.704

268,907

306,530

50-59

575,437

7.677

275,044

337,050

60+

612,094

8.167

3,641,844

3,879,887

7,494,701

100

Sumber:  BPS_Sulsel dalam Angka 2006

Persebaran dan Kepadatan Penduduk

Penduduk Sulsel pada tahun 2005 tercatat sekitar 7,49 juta jiwa tersebar di 20 kabupaten dan 3 kota. Namun persebaran tersebut tidak merata, sekitar separuh penduduk Sulsel tinggal di tiga daerah kabupaten/kota yaitu Kabupaten Gowa sebanyak 575.295 jiwa (7,67%), Kabupaten Bone berpenduduk 694.320 jiwa (9,26 %), dan Kota Makassar dengan penduduk 1.193.451 jiwa atau 15,923 % dari jumlah penduduk Sulsel.

Daerah yang sangat menonjol jumlah penduduknya adalah Kota Makassar yaitu lebih dari satu juta jiwa atau sekitar 15,92% dari jumlah penduduk Sulsel padahal luas wilayahnya hanya meliputi 0,39% dari luas Provinsi Sulsel (45.574,56km²).

Jumlah Penduduk dan Persentase Terhadap Penduduk Sulsel 2005

No.

Kabupaten/ Kota

2005

Persentase Thd Penduduk Sulsel

No.

Kabupaten/ Kota

2005

Persentase Thd Penduduk Sulsel

1

Selayar

111.220

1,48

13

Pinrang

335.554

4,47

2

Bulukumba

379.371

5,06

14

Luwu

315.294

4,2

3

Bantaeng

169.102

2,25

15

Luwu Utara

287.295

3,83

4

Jeneponto

331.848

4,42

16

Luwu Timur

206.180

2,75

5

Takalar

248.162

3,31

17

Bone

694.320

9,26

6

Gowa

575.295

7,67

18

Wajo

364.290

4,86

7

Sinjai

220.141

2,93

19

Soppeng

229.292

3,059

8

Maros

296.336

3,95

20

Sidrap

246.993

3,295

9

Pangkep

279.801

3,73

21

Makassar

1.193.451

15,923

10

Barru

158.500

2,11

22

Parepare

115.221

1,53

11

Tana Toraja

427.286

5,701

23

Palopo

127.575

1,7

12

Enrekang

182.174

2,43

TOTAL

7.494.701

 

Sumber:  BPS_Sulsel Dalam Angka 2006

 

Angka Harapan Hidup(AHH)

Tampak pada gambar di bawah ini terjadinya kenaikan Angka Harapan Hidup di Sulsel dari tahun 1971 hanya 43, kemudian menjadi 52 pada 1980. Sepuluh tahun berikutnya 1990 menanjak lagi 60. Begitu pula 1996 angka harapan hidup naik menjadi 63 di tahun 1996, dan tahun 2 selanjutnya (1998) menjadi 64. Sementara pada tahun 2000 hingga 2003 angka harapan hidup di Sulsel tetap pada angka 68.