Demografi Papua

Versi printer-friendly

Jumlah penduduk provinsi Papua tahun 2005 adalah 1.875.388 jiwa yang tersebar dalam 461.135 rumah tangga. Jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Papua adalah di Kabupaten Jaya Wijaya yang mencapai 210.654 jiwa dengan kepadatan penduduk 16,61 jiwa/Km2. Jumlah penduduk terendah tercatat di Kabupaten Supiori dengan jumlah 12.709 jiwa dengan kepadatan penduduk 16,40 jiwa/Km2. Sebagian besar penduduk Papua tersebar di wilayah pesisir pantai dan daerah rawa. Penduduk yang berdomisili di wilayah pegunungan sebagian besar terdapat di kabupaten Jayawijaya dan Paniai. Jikadibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia pada tahun yang sama menurut data BPS, maka jumlah penduduk Papua hanya sekitar 2,1 % dari total penduduk Indonesia.

Di daerah perkotaan, populasi penduduk yang berasal dari luar Papua sebanding dengan penduduk asli Papua. Bahkan dibeberapa kabupaten seperti Jayapura dan Merauke, penduduk pendatang diprediksi bisa melebihi penduduk asli dalam beberapa tahun kedepan. Sebagian besar penduduk pendatang ini menguasai sektor swasta (kecil dan menengah). Penduduk asli yang berada di wilayah perkotaan, selain bekerja sebagai PNS, juga banyak yang berprofesi sebagai buruh kasar dan nelayan. Sebagian besar penduduk asli Papua lebih memilih menjadi PNS, TNI/Polri daripada berprofesi disektor swasta. Sedangkan penduduk asli yang tinggal di wilayah pedesaan berprofesi sebagai petani (nomaden).

Jumlah Penduduk  Provinsi Papua (Data 2005) per Kabupaten/Kota

KABUPATEN/KOTA

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

1. Merauke

79 114

76 669

155 783

2. Jayawijaya

107 044

103 610

210 654

3. Jayapura

49 322

42 668

91 990

4. Paniai

57 753

55 128

112 881

5. Puncak Jaya

58 305

53 406

111 711

6. Nabire

81 617

79 902

161 519

7. Mimika

66 069

60 361

126 430

8. Yapen Waropen

36 024

34 720

70 744

9. Biak Numfor

51 037

48 761

99 798

10. Boven Digoel

17 987

13 456

31 443

11. Mappi

35 026

31 202

66 228

12. Asmat

33 637

28 365

62 002

13. Yahukimo

73 804

63 456

137 260

14. Pegunungan Bintang

46 276

42 253

88 529

15. Tolikara

23 232

20 948

44 180

16. Sarmi

16 238

15 355

31 593

17. Keerom

20 426

17 501

37 927

18. Waropen

11 325

10 322

21 647

19. Supiori

6 535

6 174

12 709

20. Jayapura

99 528

100 832

200 360

TOTAL

970 299

905 089

1 875 388

Sumber : Papua Dalam Angka 2006

Persentase laju Pertumbuhan Penduduk

Pada tahun 1971 -1980, laju petumbuhan penduduk Papua tercatat 2,67%. Angka ini mengalami peningkatan pada periode 1981 -1990 dengan angka 3.34%. Namun pada periode berikutnya (1990 - 2000) angka ini mengalami penurunan menjadi 3.18%. Laju pertumbuhan penduduk paling cepat pada periode terakhir terjadi di kabupaten Mimika dan Jayapura. Pada dekade terakhir (2001 - 2006) Laju pertambahan penduduk meningkat pesat. Peningkatan  ini bukan disebabkan oleh angka kelahiran yang tinggi, namun lebih disebabkan oleh tingginya arus migran dari luar Papua seiring pemberlakuan Otonomi Khusus Papua yang memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi orang-orang yang tinggal di Papua.

Sejak tahun 2003, jumlah penduduk Papua berkurang secara drastis. Hal ini disebabkan pemisahan beberapa kabupaten di wilayah Kepala Burung menjadi provinsi Papua Barat.

Persentase laju Pertumbuhan Penduduk Provinsi Papua (1971-2000) per Kabupaten/Kota

KABUPATEN/KOTA

JUMLAH PENDUDUK

LAJU PERTUMBUHAN PERTAHUN

1971

1980

1990

2000

71 -  80

80 -  90

90 -  00

01. Merauke

160 727

172 662

243 722

318 350

0,79

3,51

2,79

02. Jayawijaya

174 872

257 791

355 562

417 326

4,36

3,27

1,66

03. Jayapura

100 753

151 308

103 526

167 227

4,57

5,00

5,07

04. Paniai

155 483

177 619

81 354

97 726

1,47

2,32

4,59

05. Puncak Jaya

-

-

88 416

79 356

-

-

1,04

06. Nabire

-

-

53 567

125 754

-

-

4,13

07. Fak-Fak

50 907

63 903

56 460

79 742

2,53

3,41

3,62

08. Mimika

-

-

32 935

89 861

-

-

10,90

09. Sorong

106 713

134 833

105 199

139 083

2,60

3,97

2,92

10. Manokwari

63 837

84 757

129 964

195 166

3,16

4,37

4,28

11. Yapen Waropen

50 888

59 982

70 333

81 593

1,82

1,60

1,54

12. Biak Numfor

59 260

71 020

90 843

111 092

2,01

2,49

2,10

Kota/Municipality

 

 

 

 

 

 

 

13. Jayapura

-

-

142 941

174 138

-

-

2,06

Total

923 440

1 173 875

1 648 708

2 233 530

2,67

3,34

3,18

Sumber : Papua dalam angka 2006

Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin

Penduduk berusia 0-4 tahun adalah 286.877 jiwa atau 12,84 % dari total penduduk provinsi Papua.  Penduduk berusia 5-9 tahun berjumlah 284.413 atau 10.17 % dari total penduduk Papua. Penduduk berusia 10 - 14 tahun sebanyak  254.565 jiwa atau 11,4 % dari total penduduk. Penduduk berusia 15 - 19 tahun sebanyak 213.136 atau 9,55 dari total penduduk Papua. Jumlah penduduk usia 5-9 tahun merupakan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Papua dan penduduk dengan usia 55 - 59 tahun merupakan jumlah terendah. Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan perempuan relatif sama. Sex rasio penduduk Papua sendiri tercatat sebesar 107,20.

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin (2005)

Kabupaten/Regency

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Sex Rasio

1. Merauke

79 114

76 669

155 783

103,19

2. Jayawijaya

107 044

103 610

210 654

103,31

3. Jayapura

49 322

42 668

91 990

115,59

4. Paniai

57 753

55 128

112 881

104,76

5. Puncak Jaya

58 305

53 406

111 711

109,17

6. Nabire

81 617

79 902

161 519

102,15

7. Mimika

66 069

60 361

126 430

109,46

8. Yapen Waropen

36 024

34 720

70 744

103,76

9. Biak Numfor

51 037

48 761

99 798

104,67

10. Boven Digoel

17 987

13 456

31 443

133,67

11. Mappi

35 026

31 202

66 228

112,26

12. Asmat

33 637

28 365

62 002

118,59

13. Yahukimo

73 804

63 456

137 260

116,31

14. Pegunungan Bintang

46 276

42 253

88 529

109,52

15. Tolikara

23 232

20 948

44 180

110,90

16. Sarmi

16 238

15 355

31 593

105,75

17. Keerom

20 426

17 501

37 927

116,71

18. Waropen

11 325

10 322

21 647

109,72

19. Supiori

6 535

6 174

12 709

105,85

20. Kota Jayapura

99 528

100 832

200 360

98,71

TOTAL

970 299

905 089

1 875 388

107,20

Sumber : Papua Dalam Angka 2006

Persebaran Kepadatan Penduduk

Meskipun jumlah penduduk terbanyak berada di Kabupaten Jaya Wijaya, namun persebaran penduduk paling padat terjadi di kabupaten Biak Numfor. Selain sebagai kabupaten yang sangat dinamis, kota Biak juga menjadi tempat transit bagi pekerja dan pencari kerja yang akan menuju daerah lain di Papua. Dengan luas wilayah 2,390 Km2, kepadatan penduduknya mencapai 42,29 orang perKm2.

Sebelum Kabupaten Jayawijaya dimekarkan menjadi beberapa kabupaten, kabupaten ini meupakan kabupaten dengan jumlah penduduk dengan tingkat populasi dan laju pertambahan penduduk yang sangat tinggi. Penduduk dari kabupaten ini juga menjadi penduduk paling banyak yang berpindah ke beberapa kabupaten lainnya.

Persebaran Kepadatan Penduduk per Kabupaten/Kota (2005)

Kabupaten/Regency

Luas Daerah
Area
Km2

Jumlah Penduduk

Kepadatan
Per Km2

1. Merauke

43 979

155 783

3,54

2. Jayawijaya

12 680

210 654

16,61

3. Jayapura

15 309

91 990

6,01

4. Paniai

14 215

112 881

7,94

5. Puncak Jaya

10 852

111 711

10,29

6. Nabire

16 312

161 519

9,90

7. Mimika

20 040

126 430

6,31

8. Yapen Waropen

3 131

70 744

22,59

9. Biak Numfor

2 360

99 798

42,29

10. Boven Digoel

28 471

31 443

1,10

11. Mappi

27 632

66 228

2,40

12. Asmat

18 976

62 002

3,27

13. Yahukimo

15 771

137 260

8,70

14. Pegunungan Bintang

16 908

88 529

5,24

15. Tolikara

8 816

44 180

5,01

16. Sarmi

25 902

31 593

1,22

17. Keerom

9 365

37 927

4,05

18. Waropen

24 628

21 647

0,88

19. Supiori

775

12 709

16,40

20. Kota Jayapura

940

200 360

213,15

TOTAL

317 062

1 875 388

5,91

Sumber : Papua Dalam Angka 2006

Rasio Angka kematian Bayi /1000 kelahiran

Angka kematian bayi perseribu kelahiran  tahun 2005 mencatat angka paling tinggi di kabupaten Merauke yang mencapai 87,55 bayi meninggal dari 1000 kelahiran.  Rata-rata angka kematian bayi di Papua mencapai angka diatas 40 bayi yang meninggal perseribu kelahiran. Rata-tara kematian bayi secara keseluruhan di Papua adalah 56,65 bayi yang meninggal perseribu kelahiran pada tahun 2005.

Sekalipun Departemen Kesehatan (Depkes) Propinsi Papua belum memiliki angka pasti kematian ibu, namun sebab-sebab kematian ibu di Papua diduga hampir mirip dengan keadaan kematian ibu/bayi di Indonesia, seperti yang dilaporkan oleh Depkes Republik Indonesia pada tahun 1997 bahwa penyebab tingginya angka kematian ibu adalah adanya partus lama sebesar 9,2%, infeksi yang mengarah pada demam tinggi sebesar 7,5% (Depkes RI Balitbangkes, 1997). Kondisi ini diperburuk dengan pertolongan dukun seringkali berakibat pada demam dan infeksi akibat tidak diikutinya penatalaksanaan kelahiran yang aman. Banyak ibu-ibu di kampung dengan terpaksa mencari pertolongan pada dukun tidak terlatih karena minimnya transportasi. Sementara penyebab kematian bayi di Papua disebabkan oleh; pendarahan infeksi saat melahirkan (penyebab langsung), status kesehatan gizi terutama pada masa kehamilan dan meneteki (kekurangan gizi), terlambat mengambil keputusan, jangkauan pelayanan kesehatan, dan penanganan medis berkualitas dan profesional (penyebab tidak langsung) dan pengaruh sosial budaya, ekonomi, pendidikan, tradisi kepercayaan dan geografis. Tercatat juga dalam beberapa penelitian 80 % penyebab kematian bayi dan anak ini karena penyakit pneumonia (infeksi saluran pernafasan atas).

Rasio Angka kematian Bayi /1000 kelahiran (per Kabupaten/Kota)

Kabupaten/Regency

Laki-laki

Perempuan

Total

01. Merauke

96.07

79.52

87.55

02. Jayawijaya

67.57

54.09

60.63

03. Jayapura

53.76

41.94

47.68

04. Paniai

64.39

51.28

57.64

05. Puncak Jaya

62.26

49.41

55.65

06. Nabire

64.39

51.28

57.64

07. Fak Fak

49.47

38.24

43.69

08. Mimika

55.88

43.81

49.67

09. Sorong

65.45

52.22

58.64

10. Manokwari

56.95

44.74

50.67

11. Yapen Waropen

73.93

59.71

66.61

12. Biak Numfor

64.39

51.28

57.64

13. Jayapura

56.95

44.74

50.67

14. Sorong

46.24

35.48

40.71

Total

63.33

50.34

56.65

Sumber : BPS Provinsi Papua (Hasil SP 2000)

Rasio Fertilitas

Rata-rata TFR di Papua adalah 2.38. Wanita usia 20 -34 di kabupaten Merauke memiliki rasio fertilitas paling tinggi di Papua. Sedangkan secara total fertilitas di Papua, wanita berusia 20 - 29 memiliki rasio fertilitas paling tinggi.

Secara umum, TFR Papua mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada tahun 1966 - 1970, TFR Papua mencapai 7,2. Pada tahun 1975-1979 angka ini mengalami penurunan menjadi 5,35 dan terus mengalami penurunan hingga tahun 1995 -1999 menjadi 3,28. Oleh beberapa pihak, hal ini dianggap sebagai ancaman terhadap keberlangsungan orang asli Papua. Beberapa aspek yang menjadi penyebab menurunnya angka TFR ini adalah kurangnya pemahaman ibu terhadap perawatan bayi dalam kandungan dan program Keluarga Berencana yang dijalankan oleh pemerintah pusat.

Angka Kelahiran menurut Umur Wanita kab/kota (Rasio Fertilitas) 2005

Kabupaten/Kota

15-19

20-24

25-29

30-34

35-39

40-44

45-49

TFR

01. Merauke

74

147

157

145

55

25

9

3.06

02. Jayawijaya

45

98

105

59

35

16

2

1.8

03. Jayapura

48

154

98

91

31

22

-

2.22

04. Paniai

72

165

149

87

46

11

7

2.69

05. Puncak Jaya

47

175

137

74

34

14

-

2.4

06. Nabire

63

160

170

89

27

12

14

2.67

07. Fak Fak

77

160

149

86

64

37

5

2.89

08. Mimika

23

94

111

71

77

30

11

2.08

09. Sorong

35

138

137

109

70

28

20

2.68

10. Manokwari

51

147

95

56

44

23

15

2.16

11. Yapen Waropen

48

75

41

66

37

31

19

1.58

12. Biak Numfor

45

195

131

54

30

33

-

2.44

13. Jayapura

41

109

180

112

54

18

7

2.6

14. Sorong

38

136

138

115

42

10

-

2.39

Total

53

134

131

87

45

21

7

2.38

Sumber : BPS Provinsi Papua

Angka Kelahiran menurut Umur Wanita Provinsi Papua menurut periode

Referensi waktu

Umur Wanita / Age of Female (Kelahiran per 1000 Wanita)

TFR

Time reference

15-19

20-24

25-29

30-34

35-39

40-44

45-49

1977 (1975 - 1979)

111

243

237

205

134

93

47

5.35

1982 (1980 - 1984)

106

233

230

178

112

78

30

4.83

1987 (1985 - 1989)

104

224

219

172

116

73

32

4.7

1992 (1990 - 1994)

83

198

185

147

88

46

9

3.78

1997 (1995 - 1999)

74

168

152

121

76

43

23

3.28

Sumber : BPS Provinsi Papua (Hasil SP 2000)

Tingkat Harapan Hidup

Tingkat harapan hidup penduduk Papua mencapai angka 63.07. Tingkat harapan hidup tertinggi di Papua terjadi pada penduduk di kabupaten dan kota Jayapura. Tingkat harapan hidup perempuan lebih tinggi dari laki-laki yang mencapai perbedaan sebesar 3%. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh NGO maupun instansi pemerintah, tingkat harapan hidup laki-laki rendah disebabkan oleh pola hidup dan pola konsumsi yang tidak sehat.

Tingkat Harapan Hidup (Laki-laki dan Perempuan) per Kabupaten/Kota

Kabupaten/Kota

Laki-Laki

Perempuan

Total

01. Merauke

54.61

58.01

56.36

02. Jayawijaya

60.25

63.97

62.16

03. Jayapura

63.23

67.08

65.21

04. Paniai

60.91

64.67

62.84

05. Puncak Jaya

61.36

65.14

63.3

06. Nabire

60.91

64.67

62.84

07. Fak Fak

64.17

68.06

66.17

08. Mimika

62.77

66.6

64.74

09. Sorong

60.69

64.44

62.62

10. Manokwari

62.53

66.35

64.5

11. Yapen Waropen

58.92

62.58

60.8

12. Biak Numfor

60.91

64.67

62.84

13. Jayapura

62.53

66.35

64.5

14. Sorong

64.87

68.79

66.89

Total

61.13

64.9

63.07

Sumber : BPS Provinsi Papua (Hasil SP 2000)