NDONESIA MDG AWARDS 2011 Motor Sehat, Ibu, Bayi, dan Anak Balita Pun Sehat

Versi printer-friendly

Untuk menunjang pelayanan kesehatan, bukan hanya kecukupan tenaga medis dan obat-obatan yang dibutuhkan, melainkan ketersediaan sarana transportasi juga menjadi penentu. Banyak kasus ibu hamil keguguran dan meninggal dunia karena terlambat mendapat pertolongan.

Ketiadaan angkutan umum, keterbatasan kendaraan pribadi di daerah pelosok, seperti di Kampung Waiklibang, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan, bayi, dan anak balita. Kegelisahan ini membuat Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) Flores Timur tergerak mengembangkan program kerusakan nihil motor (zero breakdown motorcycle) bagi pelayanan kesehatan di pedesaan.

Menurut Willy Balawala (44), pengelola YKS, banyak ibu hamil yang mengalami perdarahan terlambat ditolong dan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit. Tak sedikit anak balita yang sakit terlambat diobati akhirnya meninggal karena jarak antara dusun dan puskesmas jauh serta jalannya jelek. Paramedis terlambat atau tidak bisa datang karena ketiadaan kendaraan.

”Jarak dusun dengan puskesmas di Waiklibang paling dekat 9 km, itu harus naik turun gunung dengan jalan tanah yang sulit dilewati kendaraan, apalagi kalau hujan,” kata Willy, yang mewakili YKS menerima penghargaan Indonesia Millennium Development Goals Award 2011 kategori kesehatan ibu dan anak yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat, pekan lalu.

Sebenarnya, hampir tiap puskesmas di Flores Timur dilengkapi motor operasional untuk memudahkan paramedis menjangkau warga di pelosok. Namun, sering kali kendaraan itu tak berfungsi baik, atau tidak ada bahan bakarnya. Akibatnya, bidan dan dokter tidak bisa rutin memeriksa kesehatan warga, memberikan pertolongan cepat, dan menyosialisasikan pola hidup sehat bagi warga pelosok.

Tidak optimalnya motor dan mobil ambulans karena tidak dirawat dengan baik. Willy menjelaskan, setelah dihibahkan, biaya bensin dan perbaikan jika motor rusak ditanggung sendiri oleh puskesmas. Padahal, puskesmas tak mendapat dana operasional dari pemda. Akibatnya, setelah dua-tiga tahun, kendaraan rusak, apalagi di daerah berkondisi geografis buruk.

Ketersediaan dan kelaikan transportasi luput dari perhatian pemda. Tahun 2002, YKS memulai program manajemen kerusakan nihil di enam kecamatan di Flores Timur. Gagasan ini muncul tahun 2001 setelah Willy menemukan ada organisasi nirlaba Riders for Health di London, Inggris, yang mengurusi kelaikan motor yang digunakan paramedis melayani kesehatan warga desa.

Setelah berkirim surat dengan pihak Riders for Health, Willy diberi kesempatan mempelajari konsep pengelolaan kendaraan pelayanan kesehatan langsung di Harare, Zimbabwe, Afrika, selama sebulan. Beberapa hal penting yang dipelajari adalah pengelolaan dan pengawasan program, manajemen administrasi, pelayanan informasi kesehatan yang efektif, dan kerja sama dengan pemda.

”Tujuan kegiatan ini mengondisikan kendaraan pelayanan kesehatan bisa digunakan kapan saja dan masa pakainya bisa lama,” katanya.
Program diawali dengan 12 unit motor bantuan dari perusahaan Yamaha di Jepang. Kini, YKS punya 13 motor untuk melayani 4 kecamatan, yakni Solor Barat, Adonara Tengah, Tanjung Bunga, dan Lewolema. Tiap kecamatan terdiri atas 10-14 desa. Kondisi 12 unit motor sampai kini masih prima. Bantuan lain datang dari komunitas pengendara motor di Amerika Serikat, Australia, dan Eropa, yang difasilitasi Riders for Health.

Ironisnya, berulang kali YKS mengajukan bantuan kepada komunitas motor di Indonesia, tetapi tak ada tanggapan. Pemda setempat pun belum pernah memberikan bantuan motor kepada YKS. ”Pemda tidak bisa memberi bantuan motor karena terkendala aturan,” kata Willy.
Tugas YKS memberi kepastian bagi petugas medik bisa melaksanakan tugas dengan merawat, memperbaiki kerusakan, dan membuat motor lebih tangguh saat menyusuri jalan tanah dan batuan. Motor harus siaga pada saat pelayanan kesehatan dibutuhkan. Dengan demikian, angka kematian ibu dan anak bisa diturunkan. (THT)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/02/07/02251442/motor.sehat.ibu.bayi.dan.anak.balita.pun.sehat