Mama-mama Papua Tuntut Keberpihakan
Ilustrasi: Mama-mama pedagang asli Papua, Senin (20/19/2010), mulai berjualan di pasar sementara yang disediakan Pemprov Papua. Mereka tidak lagi perlu berjualan di areal parkir swalayan Gelael, Jayapura.JAYAPURA, KOMPAS.com — Mama-mama Papua yang sehari-hari bergulat menjadi pedagang sayur dan buah-buahan, menuntut keberpihakan pemerintah atas masa depan mereka.
Selama ini mama-mama berupaya keras bertahan dengan usaha mereka, di tengah aneka janji yang tak kunjung ditepati.
Janji yang selalu mereka tunggu perwujudannya adalah pasar permanen, tempat mereka dapat berdagang dengan leluasa tanpa khawatir lagi hendak digusur.
"Kami jengah, lelah, capai, marah, dan jengkel karena terus dibohongi. Apalagi kami dibohongi di atas tanah kami sendiri, oleh anak-anak kami sendiri yang adalah pejabat asli Papua. Kami dibohongi saat seharusnya otonomi khusus berpihak kepada kami," kata Yuliana Douw, saat membacakan seruan keprihatinan mama-mama Papua dalam jumpa pers yang digelar, Senin (6/2/2012), di pasar sementara mama-mama Papua, Jayapura.
Dalam kesempatan itu, mama-mama Papua menyampaikan apresiasi mereka atas kerja Dinas Pekerjaan Umum yang telah menyelesaikan model pasar permanen bagi mereka. Mereka berharap agar pasar permanen itu segera terwujud.
Mereka berharap pula, pemangku kepentingan dapat segera merealisasikan hal itu, terutama penyelesaian lahan. Direncanakan, pasar permanen mama-mama Papua akan menempati tanah yang saat ini digunakan oleh Perum Damri.
Dalam desakannya, mama-mama Papua meminta agar pihak DPR Papua mendorong penyelesaian persoalan pembebasan tanah, serta memasukkan pembangunan pasar permanen itu dalam anggaran daerah tahun 2012-2013.
Mereka juga meminta agar Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) membantu mendorong pembangunan pasar permanen bagi mereka. Jika tidak, mereka akan mendukung pembubaran unit tersebut.
Sumber: http://regional.kompas.com/read/2012/02/06/17015138/Mama-mama.Papua.Tuntut.Keberpihakan
- 124 reads
Send to friend

