satria's blog

Mendidik Manusia

Tentu berbeda dari mendidik kambing. Kambing bukan manusia dan manusia bukan kambing, dan sebangsanya. Meskipun di kitab-kitab yang dianggap suci ada tertulis bahwa manusia itu seperti babi, keledai, serigala, domba, serigala berbulu domba, dan sebagainya, manusia tetaplah manusia.

Kreativitas Bertanggungjawab

Jadi ingat kemarin lusa nonton Metro TV. Ada tayangan dokumenter soal satwa liar di Alpen. Di akhir dokumenter itu ada pemandangan dari atas pegunungan sebagai ending. Bagus sekali. Tahu sendirilah Alpen. Langitnya cerah. Pegunungannya megah. Saljunya sejuk dipandang. Cuma rasanya, ada yang hilang dari pemandangan itu.

Kurikulum Berbasis Ketakutan

Di tengah sumpeknya gerbong kereta api ekonomi, saya menguping sebuah pembicaraan. Ada dua perempuan paruh baya sedang ngobrol soal rute perjalanan. Salah satu dari mereka menyebut urutan stasiun dari Bangil hingga Jember dengan saksama. Yang satunya lagi takjub alias terheran-heran.

“Kok masih hapal gitu to, mbakyu?” tanya si takjub.

Di Bumi Seperti di Surga

Konon, dulu sekali ada benua bernama Atlantis. Luasnya kira-kira lebih besar dari Asia Kecil dan Libia digabung jadi satu. Pada Zaman Es puluhan ribu tahun lalu, benua ini adalah surga tropis dengan banyak gunung berapi. Daratannya subur dan makmur.

Semua Tergantung Orangnya

Kejadian ini sudah agak lama. Habis nonton filem Avatar di bioskop, teman-teman pada bilang kalau Stallon baru saja lulus sarjana. Wah, bagaimana rasanya? Enak? Enak, kata Stallon.

“Apanya yang enak?” tanya saya.

“Enak gak bayar uang kuliah lagi,” jawabnya.

Pengganti Kerja Keras

Ada seorang penulis yang memulai novelnya dengan sebuah akhir. All endings are also beginnings. We just don’t know it at the time.

Saya ada pada posisi semacam itu kemarin lusa, ketika Willi mengakhiri ceramahnya, dan pergi dari kampus yang senja. Saya bingung. Tidak tahu apa yang mau ditulis dari ceramah seorang Willi Toisuta.

Buku, Pesta, Cinta

Forum perdana DeBuk, Jumat minggu lalu, mendedah buku Soe Hok-gie ...sekali lagi: Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya. Setelah puluhan tahun kematiannya di puncak Semeru, sosok Soe Hok-gie ternyata masih menarik minat mahasiswa jaman sekarang.

Yang Penting Enak

Suatu siang Hasyim Muzadi mampir di kampus. Oleh Campus Ministry, ia diminta bicara soal peluang dan tantangan pluralitas agama di Indonesia.