Perempuan Aktivis : Rabiah, Sang Suster Apung

Versi printer-friendly

Lakukan pekerjaan yang jauh melampaui imbalan yang Anda terima saat ini. Suatu saat Anda akan menerima imbalan sesuai dengan jerih payah Anda.

Mari berkaca pada pengabdian Andi Rabiah, seorang tenaga medis di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dijuluki suster apung karena hampir setiap hari selama lebih dari 20 tahun terakhir, beliau mengabdikan dirinya bagi masyarakat di Kepulauan Liukang Tangaya, selatan Pulau Sulawesi dekat perairan Laut Flores.

Sebagai bagian dari tugas mulianya, Rabiah harus menembus ganasnya gelombang laut, menerjang deru ombak, berteman dengan angin kencang yang berusaha menyibak rambutnya di balik kerudungnya. Terkadang Rabiah harus mampu melawan batas kewenangannya sebagai perawat, dan pantang menyerah menghadapi keterbatasan fasilitas yang ada di tempat- tempat terpencil tersebut demi para pasiennya yang membutuhkan penanganan medis.

Dedikasi Rabiah ini menarik perhatian sekelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin untuk mengangkat kisah hidupnya melalui film dokumenter. Kisah Suster Apung kemudian menjadi satu dari lima finalis kompetisi film dokumenter Eagle Award yang diselenggarakan Metro TV. Dengan tema "Selamatkan Indonesiaku", kelima film karya anak-anak muda ini mengangkat kisah orang-orang yang pantang menyerah pada keterbatasan di sekitar mereka dan terus berjuang untuk bisa bertahan dan berguna bagi masyarakat sekitarnya, dimana Rabiah adalah salah satu di antara mereka.

Rabiah adalah sosok pribadi yang bekerja tanpa pamrih dan senantiasa mengandalkan rasa kemanusiaannya dalam bekerja. Gajinya sebagai tenaga medis sering kali terlambat dibayar, bahkan mungkin tak terbayarkan dibanding resiko yang dihadapi dan dedikasinya yang luar biasa. Namun alih-alih meminta kenaikan gaji, Rabiah meminta sarana pengobatan yang lebih memadai agar dapat lebih baik menolong orang lain.

Perjuangan Rabiah mulai membuahkan hasil. Kini suster Rabiah sudah mendapatkan apa yang dia impikan. "Ambulans" terapung, sumbangan dari Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, ditambah sumbangan lain dari Menteri Kesehatan dan pihak-pihak yang bersimpati kepadanya.

Penulis:Icha Usman

    Your rating: None Average: 5 (2 votes)