Prima Pendidikan - Pionir Model Pendidikan Terpadu
PRIMA Pendidikan (PRIMA-P) adalah sebuah program kerjasama teknis yang diimplementasikan bersama-sama oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Program ini dimulai pada Desember 2007 dan akan berlanjut selama tiga tahun hingga November 2010. PRIMA Pendidikan merupakan singkatan dari nama program “Rencana Terpadu untuk Peningkatan Pendidikan Menengah Pertama di Sulawesi Selatan.”
Sasaran keseluruhan program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajemen dan pelayanan pada sektor pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan sebuah model untuk peningkatan pendidikan menengah pertama secara terpadu dalam hal kuantitas, kualitas dan manajemen pada tiga kabupaten target di Provinsi Sulawesi Selatan.
Tiga kabupaten target tersebut adalah Kabupaten Barru, Jeneponto dan Wajo. Total 17 kecamatan telah terpilih dari 32 kecamatan, mencakup setengah dari total kecamatan. Program ini mencakup semua jenis sekolah tingkat menengah pertama di kecamatan target yaitu SMP Negeri dan Swasta, MTs Negeri dan Swasta dan SMP Terbuka.
Program ini menggunakan sebuah model yang menggabungkan dua pendekatan yang telah dikembangkan oleh REDIP (Regional Education Development and Improvement Program) dan SISTTEMS (Strengthening In-Service Teacher Training of Mathematics and Science Education at Junior Secondary Level). Pendekatan (atau model) yang dikembangkan oleh REDIP saat telah secara resmi diistilahkan menjadi PSBM (Pengembangan SMP Berbasis Masyarakat) oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).
Pendekatan yang diperkenalkan oleh SISTTEMS adalah Lesson Study. Kedua pendekatan tersebut telah terbukti sesuai, dapat dilaksanakan, dan dapat berkelanjutan di Indonesia untuk meningkatkan pendidikan menengah pertama dibawah system administrasi desentralisasi.
REDIP telah membuktikan bahwa kecamatan merupakan tingkatan yang paling tepat untuk mendorong masyarakat mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan. Oleh karena itu Program ini akan membentuk tim pengembangan pendidikan kecamatan (TPK), pada kecamatan sasaran. Melalui TPK, para stakeholder yang terkait di bidang pendidikan (kepala sekolah, guru, orang tua, anggota masyarakat, tenaga pendidik tingkat kecamatan, dsb) di kecamatan akan bertemu, berdiskusi dan bertindak untuk mendorong dan memperkuat keterkaitan antara masyarakat dan sekolah.
REDIP merupakan sebuah program yang sederhana. REDIP menyediakan block grant untuk sekolah dan TPK berdasarkan proposal mereka. Sekolah dan TPK pada dasarnya bebas memilih untuk mengusulkan apapun kegiatan yang mereka inginkan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas mereka. Untuk menghabiskan block grant itu, sekolah dan TPK melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai yang diproposalkab. Setelah masa pelaksanaan kegiatan usai, mereka menyiapkan laporan keuangan dan laporan kegiatan untuk disetorkan dan ditinjau. Format-format sederhana untuk proposal dan dua laporan tersebut telah disediakan seluruhnya pada buku petunjuk.
REDIP tidak menginstruksikan kepada sekolah atau TPK tentang apa yang harus dilakukan. Sebaliknya REDIP mendorong mereka untuk berinisiatif dan bertanggung jawab terhadap usaha mereka sendiri untuk peningkatan pendidikan, berhenti menjadi sekedar pengamat pasif. REDIP juga menghargai usaha belajar sambil bekerja mereka.
STRATEGI PROGRAM
Keistimewaan PRIMA-P adalah Program ini akan mengembangkan sebuah model peningkatan pendidikan menengah pertama secara terpadu dalam hal akses, kualitas dan manajemen di sekolah, kecamatan, Kabupaten dan provinsi, melalui rencana kegiatan. Rencana kegiatan akan dirancang dan dilaksanakan oleh Tim Pengembangan Pendidikan Kecamatan (TPK), yang dibentuk khusus untuk PRIMA-P, dan Tim Sekolah.
Program ini berencana mengadopsi tiga strategi untuk mencapai tujuannya: 1) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam manajemen sekolah, 2) meningkatkan proses belajar mengajar, dan 3) memperkuat kapasitas manajemen dan administrasi pemerintah kabupaten dan provinsi.
Dengan mengikuti siklus peningkatan pendidikan, TPK dan sekolah akan merencanakan dan melaksanakan kegiatan berdasarkan kebutuhan mereka sendiri. Umpan balik dari sekolah dan TPK pada pemerintah kabupaten dan provinsi pada akhirnya akan tercermin dalam perencanaan dan pengelolaan pendidikan oleh pemerintah setempat. Melalui siklus yang ada, penekanan akan diberikan dalam memfasilitasi kegiatan dan proses pembelajaran para stakeholder agar masyarakat dan pemerintah setempat menjadi kreatif dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang sesungguhnya dari para stakeholders. Maka diharapkan agar pengelolaan sekolah yang demokratis dan transparan dapat dilaksanakan melalui proses ini. Dengan cara yang sama, kepala sekolah, guru, siswa, dan penduduk kecamatan juga akan lebih memiliki kepedulian terhadap pendidikan lanjutan tingkat pertama, dan juga akan lebih termotivasi untuk saling bekerja sama mengembangkan pendidikan.
SIAPA YANG DILIBATKAN DALAM PRIMA-P?
Terdapat empat lapisan pihak yang dilibatkan dalam PRIMA-P:
- Kantor Program Provinsi
- Tim Implementasi Kabupaten (TIK)
- Tim Pengembangan Pendidikan Kecamatan (TPK)
- Tim Sekolah PRIMA-P
Tim Implementasi Kabupaten (TIK) terdiri dari Dinas Pendidikan Kabupaten, BAPPEDA, Kandepag Kabupaten dan Dinas Kesehatan Kabupaten.
TPK adalah sebuah organisasi dimana guru/dinas-dinas yang terkait dengan pendidikan, dan orangtua/masyarakat bertemu dan bekerjasama untuk meningkatkan pendidikan di kecamatan mereka. Anggotanya termasuk kantor camat, kantor cabang dinas, kepala desa, kepala sekolah, guru, anggota komite sekolah yang aktif, orangtua, tokoh masyarakat, tokoh pendidik setempat.
- 921 reads
Send to friend
