Multi Media Machine (M3) Sultra: Menginspirasi Orang untuk Melakukan Komunikasi yang Baik tentang Sumberdaya Alam
Multi Media Machine merupakan upaya bersama antara WWF Indonesia dan Yayasan Lestari untuk mendorong media mitra secara rutin mengadvokasi berbagai isu lingkungan. Multi Media Machine bekerja di Sulawesi Tenggara bersama Kendari Pos, Kendari TV, Radio Swara Alam, Harian Media Sultra dan M Radio, beserta 28 stasiun radio lainnya. Tujuan kami adalah memperkuat jangakauan dan jaringan pendidikan untuk tata laksana pengelolaan sumberdaya alam di Sulawesi (Strengthening the Outreach and Education Network for Natural Resource Governance inSulawesi).
Program Multi Media Machine (M3) dimulai sejak 2005 dan kini memasuki tahapan penguatan dan pengembangan jaringan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Tujuan utama dari penguatan dan pengembangan jaringan ini adalah mendorong semua pihak untuk dapat bertanggung jawab dan menginspirasi lebih banyak orang agar lebih peduli pada jaringan pendidikan lingkungan hidup bagi pengelolaan sumberdaya alam yang lebih baik di Sulawesi. Sejumlah siklus berikut digunakan untuk mengefektifkan implementasi program ini.
Media Gathering. Secara rutin program M3 dan LSM mitra menyelenggarakan media gathering. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk menghadirkan peserta dan narasumber berkompeten dalam isu pengelolaan sumber daya alam yang relevan. Sejumlah pakar yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini seperti Marco Kusumawidjaya untuk isu tata ruang, Siti Maemunah untuk isu pengelolaan tambang, Imam Zainuddin Musthofa tentang perikanan tuna di Indonesia, Dr Duncan May, seorang ahli perikanan dari operation Wallacea Trust tentang perikanan berkelanjutan, Dr Sartiah Yusran tentang gender dan media, Kiki Chandra Kirana tentang kampanye pengelolaan sumberdaya alam.




Lembar Informasi. Data yang akurat memberi peluang bagi tiap orang untuk mengambil peran yang penting dalam pengelolaan sumberdaya alam. Karena itu, bekerjasama dengan LSM mitra, setiap bulan diterbitkan lembar informasi atas isu-isu sumberdaya alam. Lembar informasi ini menjadi rujukan bagi jurnalis, pemerintah, LSM, dan berbagai komunitas.

Jurnalis Trip. Kegiatan yang diadakan sebulan sekali ini menjadi media bagi para jurnalis untuk mengunjungi daerah-daerah yang menjadi obyek isu. Jurnalis Trip membuka ruang bagi para jurnalis untuk melihat langsung fakta di lapangan, mewawancarai warga setempat, melakukan verifikasi dengan pemerintah setempat, serta mengambil foto maupun rekaman yang mengandung pesan-pesan kuat bagi publik.


Media dan LSM Mitra
Swara Alam FM. Stasiun radio terbesar dan pertama di Sulawesi Tenggara. Menjadi mitra M3 sejak 2005, Swara Alam FM menunjukkan komitmen yang riil dengan mempublikasikan isu-isu pengelolaan sumberdaya alam melalui berita, dialog interaktif, iklan, dan acara-acara menarik di luar ruang studio mereka. Saat ini, Swara Alam FM juga mendedikasikan dirinya sebagai rumah belajar, dimana pengelola radio-radio komersil lain dapat bertukar pikiran tentang pengelolaan stasiun dan siaran radio.


M Radio. Stasiun radio yang memproklamirkan diri sebagai radio anak muda dan bergabung sebagai mitra sejak 2005, radio ini mempublikasikan isu-isu lingkungan hidup dari sudut pandang yang renyah dalam iklan, dialog interaktif dan feature.
Sebanyak 32 radio komersil maupun komunitas kini bergabung dalam kelompok radio supporter. Mereka mengambil peran dengan menyiarkan isu-isu lingkungan hidup dalam bentuk feature maupun iklan. Beberapa diantara radio tersebut bahkan mengimplemantasikan siklus M3 dengan mengelola isu sendiri dan mendorong jurnalisnya lebih peka terhadap isu-isu lingkungan hidup.


TV Kendari. Tiada hari tanpa isu lingkungan, merupakan komitmen dari Kendari TV. Berbagai isu lingkungan hidup dapat disaksikan melalui berita, tayangan iklan yang cerdas dan berbobot, dialog interaktif yang dilaksanakan sebulan sekali serta film-film dokumenter yang sarat dengan pesan.


Kendari Pos. Media cetak terbesar di Sulawesi Tenggara dengan 15 ribu pembaca ini pernah membuat lembar sisipan khusus bertajuk “Wonua” yang berisi informasi dan berita lingkungan hidup seputar Kota Kendari pada tahun 2005-2008. Di tahun 2009, isu lingkungan menjadi bagian yang tak terpisahkan lagi dari topik berita lainnya, dan diangkat setidaknya dua kali sebulan.


Media Sultra. Media ini menunjukkan komitmen nyata dengan melibatkan seluruh jurnalisnya dalam reportase isu-isu lingkungan hidup. Isu lingkungan hidup muncul secara rutin pada halaman mereka, tergarap baik dan sering menjadi rujukan social bagi Pemerintah maupun NGO.


Jaringan Guru Hijau dan Focil Indonesia merupakan mitra aktif bagi pengembangan program pendidikan lingkungan hidup di Sulawesi Tenggara. Sejak tahun 2005, Focil Indonesia aktif mendorong penyusunan kurikulum lingkungan hidup di wilayah Kendari dan Wakatobi. Hasilnya, telah disahkan kurikulum lokal pendidikan lingkungan hidup sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pendidikan anak sekolah tingkat SD dan SMP oleh Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Saat ini, kurikulum tersebut diterapkan di 37 sekolah, 11 di Kota Kendari dan 26 di Wakatobi. Jaringan Guru Hijau di Kota Kendari dan Jaringan Guru Biru di Wakatobi mengambil peran dengan mendekatkan kurikulum tersebut pada metode ajar yang lebih apresiatif dan atraktif bagi siswa.


Radio Komunitas Vatalollo. Merupakan radio komunitas pertama di Wakatobi yang berdiri sejak 2006 ini awalnya diinisasi oleh organisasi rakyat Forum Kahedupa Toudani di kecamatan Kaledupa yang resah dengan kurangnya akses informasi dari luar untuk mereka. Terdapat sekitar 4000 jiwa, yang tersebar di 17 desa dan kelurahan. Topografi wilayah ini menjadi hambatan bagi komunikasi. Bagi pengelola Forum Kahedupa Toudani, mendirikan radio komunitas merupakan salah satu cara memecahkan problem komunikasi ini. Kini radio komunitas tersebut telah beroperasi, pengawasan dilakukan oleh Dewan Penyiaran Komunitas, dan teknis penyiaran melibatkan anggota komunitas yang mewakili kelompok nelayan, pegawai negeri, guru dan ibu-ibu rumahtangga. Radio ini beroperasi 7 jam sehari dengan isu ‘dari kami, untuk kami’—dan didengar oleh 500 pemilik radio transistor.
Radio Komuntas Talombo. Radio Komunto merupakan radio komunitas kedua di Kecamatan Tomia yang juga konsen dengan isu-isu lokal. Radio ini juga menempatkan diri sebagai mediator bagi pendengarnya dalam berbagai aktivitas, perdagangan, sosial, ketenagakerjaan, cuaca, pendidikan lingkungan hidup hingga pemilihan umum. Radio Komunitas Talombo dinaungi oleh Komunitas mitra Komunto. Radio ini juga memperoleh dukungan keuangan dari warga yang kini menjadi mitra aktif mereka dalam tiap kegiatan seni dan budaya.
Jaringan Radio Komunitas. Mengapa kami peduli dengan perluasan jaringan radio komunitas Sulawesi Tenggara? Karena regulasi tak berpihak pada radio komunitas. Jaringan radio komunitas yang disingkat JRK Sultra berafiliasi dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia ini yang bekerja maksimal untuk mengembangkan radio-radio komunitas di Sulawesi Tenggara. Saat ini sebanyak 14 Radio komunitas Sulawesi Tenggara menjadi anggota JRK. Lembaga JRK lalu bertindak untuk mengatur etika dan menyikapi regulasi agar bisa tetap memayungi radio komunitas. Di bawah koordinasi Yayasan Bahari, didukung oleh Combain Resource Institute (CRI) Yogyakarta, WWF-Lestari-CIDA, JRK Sultra terus melakukan pendekatan terhadap Komisi Penyiaran Independen agar diperoleh kepastian regulasi atas radio-radiokomunitas di Sulawesi Tenggara.


Media Alternatif Bajo Bangkit. Bajo Bangkit merupakan media alternative yang diterbitkan oleh generasi muda Bajo. Meski seringkali mengalami kendala penerbitan namun media alternatif ini memiliki pesan yang kuat dari kelompok muda Bajo. Etnik Bajo merupakan kelompok sea gypsi di Sulawesi Tenggara. Jumlah mereka sekitar 350 ribu jiwa, berada diseluruh wilayah pesisir. Warga Bajo saat ini menghadapi tekanan atas pendidikan yang kurang, kesehatan yang tak memadai, lapangan kerja terbatas bagi mereka yangdrop out sekolah dan merawat kearifan lokal mereka terhadap teritori lautnya. Tiap edisi mengawal isu-isu tersebut, disebar secara gratis ke pelosok perkampungan Bajo dan bahkan hingga ke Banggai, Sulawesi Tengah.
Jaringan Laut Wakatobi. Jaringan Laut Wakatobi juga terbit beberapa kali. Tujuan utama dari media ini adalah memediasi 48 organisasi rakyat di Wakatobi, terutama kelompok-kelompok nelayan bisa saling mengetahui perkembangan masing-masing kelompok. Media ini dicetak sebanyak 300 exampler dan disebarkan secara gratis pada anggota kelompok organisasi rakyat.
Papan Informasi. Tentu saja tak semua media komunitas radio maupun buletin mampu menjangkau masyarakat yang bermukim di daerah terpencil. Untuk itu, program Penguatan Penjangkauan dan Jaringan Pendidikan untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam di Sulawesi bekerja sama dengan organisasi masyarakat atau LSM setempat mendirikan papan informasi yang berisi berbagai pesan menarik. Kini terdapat 5 papan informasi di wilayah luar Teluk Kendari, 4 di Kecamatan Kahedupa, 4 di kecamatan Tomia dan 2 di Kecamatan Wangiwangi. Untuk Bilboard, 2 buah berdiri di Kendari dan 2 di Wangiwangi.


Isu lingkungan yang telah dipublikasikan oleh M3
2005-11 Air Bersih
2005-12 Ilegal Loging Muna
2006-01 Suaka Margasatwa Tanjung Peropa
2006-02 Sampah di Kota Kendari
2006-03 Pendidikan Lingkungan Hidup di Sultra
2006-04 Karang Saponda – Kelola Laut Berbasis Masyarakat
2006-05 Terumbu Karang di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi
2006-06 Sertifikasi Kayu di Konawe selatan
2006-07 Pendidikan Alternatif Untuk Masyarakat Bajo
2006-08 Hutan Konawe – Konsesi HPH di konawe
2006-09 Progam Pasca HPH
2006-10 Lautku, Laut Mu, Laut Kita – Kelola Laut
2006-11 Laut Sehat, Seafood Sehat – Kebijakan Kelola Laut
2006-12 Kaleidoskop Lingkungan 2006
2007-01 Sistem Peringatan Dini
2007-02 Piala Adipura Kabupaten kolaka
2007-03 Tata Ruang
2007-04 Hutan Lambusango Sebagai Sumber Air
2007-05 Pemimpin Pro Lingkungan
2007-06 Pertanian Organik
2007-07 Perikanan Berkelanjutan
2007-08 Ruang Terbuka Hijau
2007-09 Trend Ruang Terbuka Hijau
2007-10 Pengelolaan Kolaborasi TNKW
2007-11 Pengalihan Fungsi Lahan
2007-12 DAS Konaweha
2008-01 Perikanan Indonesia
2008-02 Hutan Tanaman Rakyat di Kabupaten Konawe selatan
2008-03 No More tambang
2008-04 Krisis Energi / Listrik
2008-05 Daerah Aliran Sungai
2008-06 Tambang Kabaena
2008-07 Ketersediaan Air
2008-08 Kuasa Pertambangan
2008-09 Pertambangan & Perikanan
2008-10 Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
2008-11 TNRAW – Penyangga Air
2008-12 Tanjung Peropa
2009-01 Alih Fungsi Areal Konservasi
2009-02 Alih Fungsi Areal Konservasi 2
2009-03 Tata Ruang
2009-04 Ekonomi Mikro – Wakatobi
2009-05 Tambang Emas Bombana
2009-06 Pasca Tambang Emas Bombana
2009-07 Telaah Kawasan Konservasi
2009-08 Nilai Ekonomis Teluk Kendari
2009-09 Manajemen Bersama Teluk
2009-10 Konservasi VS Pertambangan
2009-11 Kajian Alih Fungsi Konservasi
2009-12 Menolak Tambang
2010-01 Sawit Konawe Utara
2010-02 Keterjaminan Air
2010-03 Manajemen Hulu Hilir untuk Air
2010-04 Modal Untuk Sektor Berkelanjutan
2010-05 Rumput Laut Komoditas Unggulan Laut Sultra
2010-06 Jati Budidaya Sebagai Komoditas Unggulan
2010-07 Setifikasi Komoditas Perikanan sultra, Mungkinkah?
Untuk informasi lebih lanjut hubungi :
Kantor Tim Multi Media Machine, Jl Bunga Matahari No 43,
Telepon 0401-3121437. Website: http://m3sultra.wordpress.com/
| Attachment | Size |
|---|---|
| Profile Book - M3 (Bahasa) | 2.28 MB |
| M3 Presentation | 1.08 MB |
- 1154 reads
Send to friend

